Profil El Mencho, Raja Kartel Narkoba Meksiko yang Tewas dalam Operasi Militer
Gembong narkoba Meksiko Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho dilaporkan tewas dalam serangan militer pada Minggu (22/2). Kementerian Pertahanan...
Read more
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB melaporkan bahwa lebih dari 900 warga Palestina di wilayah Tepi Barat terpaksa mengungsi sejak awal 2026. Pengungsian ini dipicu meningkatnya kekerasan dan pembongkaran yang dilakukan oleh pemukim ilegal Israel.
Menurut Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, data tersebut bersumber dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA. Ia menyebut angka pengungsian terus bertambah sepanjang tahun ini.
“Tingkat pengungsian yang tinggi terus berlanjut sejak awal tahun 2026, lebih dari 900 warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah dan komunitas mereka, sebagian besar karena kekerasan pemukim dan pembatasan akses yang disusul pembongkaran,” kata Stephane Dujarric pada Kamis 5 Februari 2026.
Dujarric juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu dua pekan, tepatnya antara 20 Januari hingga 3 Februari, terjadi lebih dari 50 insiden kekerasan yang melibatkan pemukim Israel. Insiden tersebut menimbulkan korban serta kerusakan properti milik warga Palestina.
Menurut Dujarric, OCHA saat ini tengah melakukan penilaian awal terhadap dampak kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
“OCHA sedang melakukan penilaian awal terhadap kerusakan dan kebutuhan setelah insiden-insiden ini untuk memberikan informasi respons kemanusiaan baik dari kami maupun mitra kami,” ujarnya.
Selain menyoroti kondisi di Tepi Barat, PBB juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Menurut Dujarric, korban jiwa terus bertambah akibat serangan yang masih berlangsung.
Pada Rabu, Israel kembali menggempur Jalur Gaza meski sebelumnya telah disepakati gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober tahun lalu. Serangan terbaru tersebut dilaporkan menewaskan 23 orang, termasuk anak-anak.
“Sebagai pengingat, semua pihak harus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegas Dujarric.
Ia juga menyoroti kondisi layanan kesehatan di Gaza yang semakin tertekan. Berdasarkan data yang disampaikan PBB, lebih dari 18.000 warga membutuhkan perawatan medis yang memadai.
Dujarric menyerukan agar akses menuju Yerusalem Timur dan Tepi Barat segera dibuka kembali, sehingga pasien dari Gaza dapat dievakuasi dan memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan.
Israel diketahui melancarkan agresi ke Palestina sejak Oktober 2023. Sejak saat itu, serangan terhadap wilayah Gaza dan sejumlah area lain terus terjadi. Dampaknya sangat besar, dengan lebih dari 70.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.
Kondisi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....