Update Notepad++ Ternyata Diretas, Backdoor Aktif Selama Berbulan-bulan
Pengguna Notepad++ di seluruh dunia dihadapkan pada ancaman keamanan serius setelah terungkap bahwa sistem pembaruan editor teks populer tersebut telah...
Read more
OpenAI resmi meluncurkan aplikasi Codex versi desktop sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisinya dalam persaingan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan. Peluncuran ini ditujukan untuk menarik lebih banyak pengguna dan pelanggan bisnis di tengah ketatnya kompetisi industri AI coding.
Menurut pernyataan OpenAI, aplikasi Codex dirancang agar pengguna dapat mengelola beberapa agen kecerdasan buatan secara bersamaan dalam jangka waktu panjang. Fitur tersebut memungkinkan sistem untuk menjalankan berbagai tugas berbasis kode, termasuk mengumpulkan dan menganalisis informasi secara otomatis. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja para pengembang dan profesional teknologi.
Berdasarkan penjelasan pejabat OpenAI dalam sesi pemaparan kepada wartawan, pengembangan aplikasi desktop ini juga menitikberatkan pada kemudahan penggunaan. Tujuannya adalah agar kemampuan canggih AI dapat diakses lebih luas, tidak hanya oleh pengembang berpengalaman, tetapi juga oleh pengguna umum yang mulai memanfaatkan teknologi pemrograman berbasis AI.
Pemrograman menjadi salah satu penerapan kecerdasan buatan yang paling berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Alat AI coding kini menjadi komponen penting bagi perusahaan rintisan teknologi untuk menarik pelanggan korporasi. Namun, persaingan di sektor ini semakin ketat seiring hadirnya berbagai pemain dengan produk unggulan.
Menurut data industri, OpenAI saat ini masih tertinggal dari sejumlah pesaing dalam pasar AI coding. Salah satu kompetitor utama berhasil mendominasi pasar melalui produk AI pemrograman yang mencatatkan pendapatan tahunan setara USD 1 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun dengan asumsi kurs Rp15.600 per dolar AS, hanya dalam enam bulan sejak dirilis ke publik. Kondisi tersebut mendorong OpenAI untuk melakukan berbagai upaya guna mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, banyak pengamat menilai alat pemrograman berbasis AI belum sepenuhnya mampu menggantikan peran tenaga kerja manusia di bidang teknologi. Namun, kehadiran teknologi ini terbukti mampu mempercepat proses kerja secara signifikan dan meningkatkan produktivitas.
CEO OpenAI Sam Altman menggambarkan keunggulan AI dari sisi konsistensi dan ketekunan. “Model-model ini tidak kehabisan dorongan. Mereka terus mencoba dan tidak kehilangan motivasi,” kata Sam Altman, CEO OpenAI, saat menceritakan percakapan terbarunya dengan seorang kolega.
Dengan peluncuran Codex versi desktop, OpenAI berharap dapat memperluas adopsi teknologi AI coding sekaligus memperkuat daya saingnya di tengah dinamika industri kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Referensi:
Reuters
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pengguna Notepad++ di seluruh dunia dihadapkan pada ancaman keamanan serius setelah terungkap bahwa sistem pembaruan editor teks populer tersebut telah...
Dominasi smartphone yang selama ini menjadi pusat aktivitas digital mulai dipertanyakan. Sejumlah perusahaan teknologi global kini memandang kacamata pintar sebagai...