Minum Susu di Malam Hari dan Dampaknya terhadap Gula Darah

Minum susu di malam hari kerap dianggap menenangkan, tetapi bagaimana dampaknya terhadap gula darah? Simak penjelasan jenis, waktu, dan porsinya. (Foto: iStockphoto/carlosgaw)
Minum susu di malam hari kerap dianggap menenangkan, tetapi bagaimana dampaknya terhadap gula darah? Simak penjelasan jenis, waktu, dan porsinya. (Foto: iStockphoto/carlosgaw)

Minum susu di malam hari kerap dianggap menenangkan, tetapi bagaimana dampaknya terhadap gula darah? Simak penjelasan jenis, waktu, dan porsinya

Minum susu di malam hari menjadi rutinitas bagi sebagian orang karena dipercaya membantu tubuh lebih rileks dan mendukung kualitas tidur. Namun, kebiasaan ini kerap menimbulkan pertanyaan, terutama bagi mereka yang memperhatikan kadar gula darah. Apakah konsumsi susu saat malam hari aman, atau justru berisiko memicu lonjakan glukosa?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak bisa disamaratakan. Dampak minum susu di malam hari sangat dipengaruhi oleh ritme metabolisme tubuh, jenis susu, serta waktu dan porsi konsumsi.

Apa yang Terjadi pada Gula Darah Saat Malam Hari

Tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur metabolisme dari pagi hingga malam. Pada siang hingga sore hari, sensitivitas insulin berada pada kondisi yang relatif optimal. Glukosa dari makanan atau minuman dapat diproses lebih efisien menjadi energi.

Namun, ketika malam tiba, metabolisme mulai melambat seiring persiapan tubuh untuk beristirahat. Respons sel terhadap insulin cenderung menurun. Kondisi ini membuat glukosa yang masuk ke dalam darah, termasuk dari laktosa dalam susu, berpotensi bertahan lebih lama atau meningkat lebih tinggi dibandingkan waktu siang hari.

Pada orang dengan prediabetes, diabetes, atau pola tidur yang tidak teratur, situasi ini bisa terasa lebih signifikan. Kurang tidur atau kebiasaan begadang diketahui dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang berperan mengganggu kerja insulin. Kombinasi metabolisme yang melambat dan peningkatan hormon stres membuat pengendalian gula darah di malam hari menjadi lebih sensitif.

Inilah alasan mengapa konsumsi makanan atau minuman manis pada malam hari sering perlu perhatian ekstra. Bukan karena malam hari sepenuhnya dilarang, melainkan karena cara tubuh memproses gula memang berbeda.

Kandungan Susu dan Pengaruhnya terhadap Gula Darah

Susu dikenal sebagai sumber nutrisi penting, tetapi tetap mengandung karbohidrat alami berupa laktosa. Saat dikonsumsi, laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa, yang dapat memengaruhi kadar gula darah.

Kandungan protein dan lemak dalam susu berperan memperlambat penyerapan glukosa, sehingga lonjakan gula darah tidak terjadi secepat minuman manis lain. Meski begitu, efek ini tidak selalu cukup untuk menetralkan dampak karbohidrat, terutama bila susu mengandung gula tambahan.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa susu dengan pemanis tambahan, seperti susu berperisa atau susu kental manis, berisiko memicu peningkatan gula darah yang lebih tinggi. Sebaliknya, susu tanpa gula tambahan atau dengan komposisi karbohidrat yang lebih terkontrol cenderung memberikan respons glukosa yang lebih stabil, meskipun tetap perlu diperhatikan waktu dan porsinya.

Dengan kata lain, jenis susu menjadi faktor kunci dalam menentukan aman atau tidaknya konsumsi susu di malam hari bagi gula darah.

Waktu dan Porsi, Faktor Penentu Keamanan

Selain jenis susu, waktu konsumsi dan ukuran porsi memegang peran penting. Minum susu terlalu dekat dengan jam tidur umumnya kurang ideal, karena saat itu metabolisme tubuh sudah melambat dan sensitivitas insulin menurun.

Memberi jarak sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur dinilai lebih aman dibandingkan minum susu tepat sebelum berbaring. Jarak waktu ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk memproses glukosa dengan lebih baik.

Dari sisi porsi, konsumsi susu dalam jumlah besar di malam hari dapat memberikan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Porsi kecil hingga sedang, sekitar satu gelas atau kurang lebih 200 mililiter, umumnya lebih disarankan, khususnya bagi individu dengan gangguan pengendalian gula darah.

Kebiasaan yang menyertai konsumsi susu juga berpengaruh. Mengonsumsi susu bersamaan dengan camilan manis atau tinggi karbohidrat sederhana dapat memperbesar lonjakan gula darah. Sebaliknya, menjadikan susu sebagai konsumsi tunggal tanpa tambahan gula cenderung lebih terkendali.

Dengan memahami faktor jenis, waktu, dan porsi, kebiasaan minum susu di malam hari dapat disesuaikan tanpa harus sepenuhnya dihindari, sambil tetap menjaga kestabilan gula darah.

Referensi:
Detik Health
Times of India

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED