Mencekam, Kuba Tembak Kapal Cepat Amerika, Empat Orang Tewas
Insiden bersenjata terjadi di perairan teritorial Kuba pada Rabu pagi 25 Februari waktu setempat. Sebuah kapal cepat yang terdaftar di...
Read more
Ketegangan di Asia Selatan meningkat tajam setelah Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mendeklarasikan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan pada Jumat 27 Februari.
“Kesabaran kami sudah habis. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian,” kata Asif melalui media sosial X, seperti dikutip AFP.
Pernyataan keras itu muncul setelah Pakistan meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat dini hari. Berdasarkan klaim militer Pakistan, serangan tersebut menewaskan 133 pejuang Afghanistan dan melukai lebih dari 200 orang.
Menurut pernyataan Kementerian Informasi Pakistan yang dikutip CNN, “Pasukan rezim Taliban sedang menerima balasan di sektor Chitral, Khyber, Mohmand, Kurram, dan Bajaur.”
Serangan terbaru Pakistan disebut sebagai respons atas aksi militer Afghanistan yang lebih dulu menyerang situs-situs militer Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis malam 26 Februari.
Garis Durand merupakan perbatasan sepanjang 2.611 kilometer yang memisahkan Afghanistan dan Pakistan. Wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi titik panas konflik bersenjata dan aktivitas militan.
Juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas provokasi berulang dari militer Pakistan. “Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang oleh militer Pakistan, operasi ofensif skala besar telah diluncurkan terhadap posisi dan instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand,” kata Mujahid, seperti dikutip Al Jazeera.
Menurut militer Afghanistan, 55 tentara Pakistan tewas dan 19 pos militer berhasil direbut dalam serangan tersebut. Namun militer Pakistan membantah angka itu dan menyatakan hanya dua personel yang tewas serta tiga lainnya terluka.
Konflik ini juga berkaitan dengan operasi udara Pakistan pada akhir pekan sebelumnya yang menargetkan kamp milik Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP di wilayah Afghanistan. Islamabad menuduh kelompok tersebut bertanggung jawab atas serangkaian serangan mematikan di wilayah Pakistan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan klaim pemerintah Pakistan, mereka memiliki “bukti yang meyakinkan” bahwa militan yang menyerang di perbatasan bertindak atas perintah pemimpin yang berbasis di Afghanistan.
Hubungan kedua negara sebenarnya berada dalam status gencatan senjata sejak Oktober tahun lalu. Namun kesepakatan itu dinilai rapuh karena bentrokan kecil terus terjadi di perbatasan.
Situasi terbaru ini menandai eskalasi paling serius dalam beberapa bulan terakhir. Serangan lintas perbatasan, klaim korban yang saling bertolak belakang, serta deklarasi perang terbuka dari Islamabad memperlihatkan bahwa konflik di kawasan tersebut kini memasuki fase baru yang lebih berbahaya.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Google resmi memperkenalkan Nano Banana 2, model kecerdasan buatan terbaru untuk pembuatan gambar berbasis AI, pada Jumat 27 Februari 2026....
Ketegangan di Asia Selatan meningkat tajam setelah Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mendeklarasikan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan pada...