Heboh, Lisa BLACKPINK Syuting Film di Kafe Kemang Warga Serbu Lokasi
Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mendadak ramai pada Minggu malam 22 Februari. Ratusan warga memadati area sekitar sebuah kafe setelah mengetahui...
Read more
Sengketa hukum antara penyanyi internasional Katy Perry dan seorang kakek disabilitas berusia 85 tahun, Carl Westcott, kembali menjadi perhatian publik setelah pengadilan memutuskan kemenangan di pihak Perry. Berdasarkan dokumen hukum yang diberitakan People dan dilansir media nasional, Perry berhak menagih ganti rugi sebesar US$1,84 juta atau sekitar Rp30,6 miliar kepada Westcott. Nilai ini tetap berada di bawah tuntutan awal yang diajukan Perry, yaitu hampir US$5 juta.
Konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun ini bermula dari pembelian sebuah rumah mewah di lahan seluas 2,5 hektar dengan delapan kamar tidur pada Juli 2020. Menurut pemberitaan yang dirujuk sumber, Perry dan Orlando Bloom membeli rumah tersebut seharga US$15 juta dari Westcott. Transaksi semula berjalan lancar hingga beberapa hari kemudian Westcott membatalkan kontrak secara sepihak.
Berdasarkan penjelasan dari pihak Westcott, ia mengklaim saat itu dalam kondisi pemulihan pascaoperasi punggung dan berada di bawah pengaruh obat penghilang rasa sakit sehingga tidak sepenuhnya memahami dokumen yang ia tandatangani. Ia juga menyebut mengidap Penyakit Huntington, sebuah kelainan genetik progresif yang memengaruhi saraf otak serta kemampuan kognitif dan motorik. Dalam catatan medis yang disampaikan ke pengadilan, penyakit tersebut diketahui didiagnosis sejak 2015.
Tim hukum Perry dan Bloom menolak pembatalan tersebut. Menurut mereka, transaksi itu sah dan Westcott sadar bahwa nilai properti tersebut berpotensi naik sehingga berusaha membatalkan untuk keuntungan pribadi. Sengketa pun berlanjut ke ranah hukum dan diperiksa oleh majelis hakim selama beberapa tahun.
Dalam putusannya, majelis hakim menilai bahwa Westcott berada dalam kondisi “koheren, sadar, jernih, dan rasional” saat menandatangani dokumen jual beli. Penilaian itu didukung keterangan ahli serta dokumen medis yang dianalisis secara detail dalam persidangan.
Pada Mei 2024, pengadilan akhirnya memutuskan bahwa Perry berhak atas rumah tersebut. Namun konflik tidak berhenti di situ, karena rumah itu tidak dapat disewakan selama proses hukum berlangsung sehingga mengalami kerusakan. Atas dasar itu, Perry mengajukan tuntutan balik terhadap Westcott pada November 2025.
Menurut dokumen resmi, Perry menuntut ganti rugi US$3,5 juta atas potensi kehilangan pendapatan sewa serta tambahan US$1,3 juta untuk biaya renovasi dan perbaikan. Tuntutan inilah yang kemudian memicu kritik keras dari keluarga Westcott, terutama terkait kondisi kesehatan sang lansia.
Dalam sebuah pernyataan, Chart Westcott selaku anak dari Carl Westcott mengungkapkan kondisi ayahnya yang semakin memburuk. “Ayah terbaring di tempat tidur. Ayah menderita demensia stadium lanjut dan Huntington. Kemampuan bicaranya naik turun,” kata Chart. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ayahnya telah lama dianggap kritis. “Maksud saya, kami sudah menduga dia bisa meninggal kapan saja selama beberapa tahun terakhir karena kondisinya yang semakin memburuk,” tuturnya.
Chart juga menilai bahwa gugatan Perry tidak memiliki pijakan moral yang kuat. Menurutnya, kasus ini merupakan bentuk eksploitasi terhadap seorang lansia dengan tubuh dan pikiran yang semakin melemah. “Ayah menghabiskan hari-harinya di ranjang rumah sakit dan Katy Perry menghabiskan hari-harinya mencoba mendapatkan uangnya,” ujarnya.
Setelah meninjau dokumen keuangan, laporan penilaian properti, dan kesaksian ahli, pengadilan akhirnya kembali memihak Perry pada 28 November 2025. Namun majelis hakim melakukan penyesuaian nominal yang harus dibayarkan Westcott.
Ganti rugi yang ditetapkan adalah hasil perhitungan ulang dari nilai kerugian sewa yang dikurangi dengan pengurangan modal dan bunga yang ditahan, ditambah biaya perbaikan rumah yang disetujui pengadilan. Meskipun Perry kembali memenangkan kasus ini, pengadilan masih menjadwalkan satu sidang putusan akhir pada 30 Desember 2025.
Media Amerika seperti New York Post melaporkan bahwa mereka telah menghubungi perwakilan Katy Perry dan Orlando Bloom untuk meminta tanggapan atas putusan terbaru ini, namun belum ada respons lanjutan dari pihak terkait.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Selebriti Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia selebriti — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....