Dampak Investasi AI Menguat, Microsoft Disebut Siapkan PHK Skala Besar

Microsoft dirumorkan akan melakukan PHK besar awal 2026 sebagai dampak restrukturisasi dan investasi besar di teknologi AI. (Foto: Tekno Kompas)
Microsoft dirumorkan akan melakukan PHK besar awal 2026 sebagai dampak restrukturisasi dan investasi besar di teknologi AI. (Foto: Tekno Kompas)

Microsoft dirumorkan akan melakukan PHK besar awal 2026 sebagai dampak restrukturisasi dan investasi besar di teknologi AI

Isu pemutusan hubungan kerja kembali membayangi Microsoft. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu dikabarkan tengah menyiapkan gelombang efisiensi besar pada awal 2026, dengan jumlah karyawan yang berpotensi terdampak mencapai puluhan ribu orang. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi perusahaan dalam menghadapi percepatan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Menurut laporan industri teknologi, Microsoft disebut akan melakukan pemangkasan tenaga kerja pada kuartal pertama 2026. Periode tersebut bukan hal baru bagi perusahaan, karena secara historis efisiensi karyawan kerap dilakukan setelah masa liburan dan menjelang awal tahun fiskal baru. Restrukturisasi ini dinilai sebagai upaya merapikan organisasi agar lebih gesit dalam bersaing di era AI.

CEO Microsoft Satya Nadella sebelumnya telah memberi sinyal bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi fase penuh tantangan bagi industri teknologi global. โ€œTransisi dari sekadar demonstrasi AI ke penerapan yang benar-benar terintegrasi akan membuat banyak perusahaan berada dalam kondisi yang berantakan,โ€ kata Satya Nadella, CEO Microsoft, dalam pernyataan yang pernah disampaikan kepada karyawan.

Microsoft saat ini mengalihkan belanja modal dalam jumlah besar ke pengadaan GPU dan pembangunan pusat data. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung layanan AI skala besar yang kini menjadi fokus utama perusahaan. Konsekuensinya, efisiensi di sisi sumber daya manusia dinilai tak terhindarkan untuk menekan beban biaya operasional.

Perusahaan juga menghadapi tantangan dari ukuran organisasinya sendiri. Dengan jumlah karyawan global yang mencapai lebih dari 220.000 orang, struktur yang terlalu besar dinilai menjadi hambatan dalam persaingan AI yang bergerak cepat. Setelah periode perekrutan agresif selama pandemi, Microsoft mulai memangkas lapisan manajemen menengah guna meratakan struktur organisasi dan mempercepat pengambilan keputusan.

Divisi Paling Berisiko Terdampak

Berdasarkan data dari HR Digest, gelombang efisiensi yang dirumorkan ini bisa mencakup sekitar 5 hingga 10 persen dari total tenaga kerja Microsoft. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan kisaran 11.000 hingga 22.000 posisi kerja. Area yang disebut paling berisiko meliputi manajemen menengah, operasi layanan cloud Azure, divisi gaming dan Xbox, penjualan, serta tim rekayasa yang tidak tergolong inti.

โœ๏ธ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
๐Ÿ“Œ Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

๐Ÿ“ฑ Saluran Trenmedia ๐Ÿณ Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang โ€“ update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED