Krisis Memori Global Tekan Pasar PC, Harga Laptop Terancam Terus Naik
Pasar PC global yang selama lebih dari satu dekade terbukti tangguh menghadapi perubahan teknologi kini menghadapi tantangan serius. Lonjakan kebutuhan...
Read more
Isu pemutusan hubungan kerja kembali membayangi Microsoft. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu dikabarkan tengah menyiapkan gelombang efisiensi besar pada awal 2026, dengan jumlah karyawan yang berpotensi terdampak mencapai puluhan ribu orang. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi perusahaan dalam menghadapi percepatan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.
Menurut laporan industri teknologi, Microsoft disebut akan melakukan pemangkasan tenaga kerja pada kuartal pertama 2026. Periode tersebut bukan hal baru bagi perusahaan, karena secara historis efisiensi karyawan kerap dilakukan setelah masa liburan dan menjelang awal tahun fiskal baru. Restrukturisasi ini dinilai sebagai upaya merapikan organisasi agar lebih gesit dalam bersaing di era AI.
CEO Microsoft Satya Nadella sebelumnya telah memberi sinyal bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi fase penuh tantangan bagi industri teknologi global. โTransisi dari sekadar demonstrasi AI ke penerapan yang benar-benar terintegrasi akan membuat banyak perusahaan berada dalam kondisi yang berantakan,โ kata Satya Nadella, CEO Microsoft, dalam pernyataan yang pernah disampaikan kepada karyawan.
Microsoft saat ini mengalihkan belanja modal dalam jumlah besar ke pengadaan GPU dan pembangunan pusat data. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung layanan AI skala besar yang kini menjadi fokus utama perusahaan. Konsekuensinya, efisiensi di sisi sumber daya manusia dinilai tak terhindarkan untuk menekan beban biaya operasional.
Perusahaan juga menghadapi tantangan dari ukuran organisasinya sendiri. Dengan jumlah karyawan global yang mencapai lebih dari 220.000 orang, struktur yang terlalu besar dinilai menjadi hambatan dalam persaingan AI yang bergerak cepat. Setelah periode perekrutan agresif selama pandemi, Microsoft mulai memangkas lapisan manajemen menengah guna meratakan struktur organisasi dan mempercepat pengambilan keputusan.
Berdasarkan data dari HR Digest, gelombang efisiensi yang dirumorkan ini bisa mencakup sekitar 5 hingga 10 persen dari total tenaga kerja Microsoft. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan kisaran 11.000 hingga 22.000 posisi kerja. Area yang disebut paling berisiko meliputi manajemen menengah, operasi layanan cloud Azure, divisi gaming dan Xbox, penjualan, serta tim rekayasa yang tidak tergolong inti.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
๐ฑ Saluran Trenmedia ๐ณ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang โ update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada masa-masa ketika nasi putih biasa terasa membosankan. Bukan karena tidak enak, tapi karena kita ingin sesuatu yang lebih โniatโ...
Banyak dari kita pasti pernah berada di momen klasik ini. Isi dompet mulai menipis, stok bahan di kulkas terbatas, tapi...