Resep Garang Asem Ayam Tanpa Santan, Gurih Segar dengan Kuah Asam Menggoda

Garang asem ayam merupakan salah satu masakan tradisional Jawa yang menawarkan perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas dalam satu sajian. Hidangan ini biasanya dibuat dari potongan ayam yang dimasak bersama belimbing wuluh, tomat hijau, cabai rawit, serta aneka rempah. Aroma daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus membuat masakan ini terasa semakin khas dan menggugah selera.

Garang asem sering dikenal dengan kuah gurih yang menggunakan santan. Namun, santan bukan satu-satunya bahan yang bisa memberikan rasa lezat. Kamu tetap dapat membuat garang asem ayam tanpa santan dengan memanfaatkan kemiri, bumbu halus, kaldu ayam, dan sari alami yang keluar selama proses pengukusan.

Keistimewaan versi tanpa santan terletak pada rasa kuahnya yang terasa lebih ringan, tetapi tetap kaya bumbu. Belimbing wuluh dan tomat hijau memberikan sensasi asam segar, sementara bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan lengkuas menghadirkan aroma rempah yang sedap. Jika menyukai masakan pedas, cabai rawit merah dapat ditambahkan sesuai selera.

Cara membuatnya juga relatif mudah. Ayam dibumbui, dicampur dengan bahan aromatik dan sedikit air, lalu dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Teknik memasak ini membantu menjaga kelembapan daging sekaligus menyatukan rasa setiap bahan.

Hidangan ini cocok disajikan untuk makan siang atau malam bersama nasi putih hangat dan lauk pendamping sederhana. Berikut resep garang asem ayam tanpa santan yang bisa kamu praktikkan sendiri di rumah.

Mengenal Garang Asem Ayam Khas Jawa

Garang asem merupakan hidangan tradisional yang dikenal dalam kuliner Jawa, terutama Jawa Tengah. Ciri khasnya adalah perpaduan rasa asam yang menonjol, gurih dari ayam dan bumbu, serta sensasi pedas dari cabai. Komposisi bahan dapat berbeda sesuai kebiasaan keluarga dan daerah tempat masakan tersebut dibuat.

Ayam menjadi bahan utama yang memberikan rasa gurih alami. Ketika dikukus bersama bumbu, cairan dari daging ayam bercampur dengan air dan sari bahan lainnya sehingga terbentuk kuah yang kaya rasa. Belimbing wuluh dan tomat hijau memberikan karakter asam yang membuat hidangan terasa segar, terutama ketika disantap bersama nasi putih.

Daun pisang juga memegang peran penting dalam resep ini. Selain menjadi pembungkus, daun pisang memberikan aroma khas saat terkena uap panas. Bungkusan membantu menahan cairan dan aroma bumbu di sekitar ayam selama proses pengukusan.

Pada versi yang menggunakan santan, rasa gurih dan tekstur kuah berasal antara lain dari lemak santan. Sementara itu, garang asem tanpa santan mengandalkan bumbu halus, kemiri, kaldu, dan sari ayam. Hasilnya bukan berarti harus hambar atau encer, asalkan bumbu diracik dengan seimbang dan ayam dikukus hingga matang.

Resep Garang Asem Ayam Tanpa Santan

Resep berikut menggunakan satu ekor ayam yang dipotong menjadi beberapa bagian. Takaran belimbing wuluh, tomat hijau, dan cabai dapat disesuaikan dengan tingkat keasaman serta kepedasan yang diinginkan.

Informasi Resep

  • Asal masakan: Jawa
  • Kategori: Olahan ayam
  • Waktu persiapan dan memasak: Sekitar 60 menit, bergantung pada ukuran ayam dan waktu persiapan
  • Waktu pengukusan: Sekitar 45 menit atau hingga ayam matang dan lunak
  • Tingkat kesulitan: Mudah
  • Porsi: 4 orang
  • Metode memasak: Mengukus dengan bungkus daun pisang

Bahan-Bahan Garang Asem Ayam

Bahan utama:

  • 1 ekor ayam kampung atau ayam negeri, potong menjadi 8–10 bagian
  • 8 butir bawang merah, iris tipis
  • 4 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 10 buah belimbing wuluh, iris kasar
  • 10 buah tomat hijau, potong-potong
  • 10 buah cabai rawit merah, iris kasar
  • 300 ml air
  • 1 sendok makan kaldu ayam atau kaldu jamur
  • Daun kemangi secukupnya
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus
  • Lidi atau tusuk gigi bersih untuk menyematkan bungkusan

Bumbu halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 3 butir kemiri
  • 2 sendok teh garam

Bahan-bahan tersebut tidak memerlukan santan. Kemiri digunakan untuk memperkaya rasa dan membantu memberikan sensasi bumbu yang lebih lembut. Meski demikian, kemiri bukan pengganti santan yang identik; karakter akhir masakannya tetap lebih ringan dan segar.

Cara Membuat Garang Asem Ayam Tanpa Santan

1. Bersihkan ayam dan siapkan bahan

Potong ayam menjadi 8–10 bagian, lalu bersihkan dengan penanganan yang higienis. Tiriskan sebelum dicampurkan dengan bumbu. Hindari mencuci ayam dengan cara memercikkan air ke berbagai permukaan dapur karena dapat menyebarkan bakteri. Jika ayam dibersihkan, lakukan dengan hati-hati dan segera bersihkan area serta peralatan yang terkena cairan mentah.

Iris bawang merah dan bawang putih, potong tomat hijau, iris belimbing wuluh dan cabai, lalu memarkan lengkuas. Siapkan juga daun salam, daun jeruk, serta daun kemangi.

2. Haluskan bumbu utama

Masukkan bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, dan garam ke dalam blender atau ulekan. Haluskan hingga seluruh bahan tercampur rata.

Bumbu yang halus akan lebih mudah melapisi permukaan ayam dan menyebarkan aroma selama pengukusan. Jika menggunakan blender, tambahkan sedikit air hanya jika diperlukan agar bumbu mudah diproses. Jangan menambahkan air terlalu banyak karena resep ini sudah menggunakan takaran air tersendiri.

3. Lumuri ayam dengan bumbu

Masukkan potongan ayam ke dalam wadah bersih. Tambahkan bumbu halus, lalu aduk hingga semua potongan terlapisi secara merata.

Diamkan sebentar agar bumbu menempel pada ayam. Jika mempunyai waktu lebih, ayam dapat didiamkan di dalam lemari es selama proses marinasi. Jangan meninggalkan ayam mentah terlalu lama pada suhu ruang.

4. Tambahkan air dan kaldu

Tuangkan 300 ml air ke dalam wadah berisi ayam berbumbu. Tambahkan kaldu ayam atau kaldu jamur, kemudian aduk hingga merata.

Kaldu membantu memperkaya rasa gurih tanpa menggunakan santan. Perhatikan kadar garam dalam bumbu halus dan kaldu yang digunakan. Jika kaldu sudah cukup asin, kurangi garam agar hasil akhir tidak terlalu kuat.

5. Siapkan daun pisang

Gunakan daun pisang yang bersih dan cukup lebar untuk membungkus ayam beserta bumbunya. Daun dapat dilayukan sebentar di atas uap panas atau dengan cara lain yang aman agar lebih lentur dan tidak mudah sobek saat dilipat.

Siapkan dua lapis daun pisang untuk setiap bungkusan jika daunnya tipis. Lapisan ganda membantu menahan cairan dan mengurangi risiko bungkusan bocor selama dikukus.

6. Susun ayam dan bahan pelengkap

Letakkan beberapa potong ayam di atas daun pisang. Tambahkan irisan bawang merah, bawang putih, tomat hijau, belimbing wuluh, cabai rawit, daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan sedikit daun kemangi.

Tuangkan sedikit cairan bumbu ke dalam bungkusan. Jangan mengisinya terlalu penuh karena bungkusan perlu dilipat rapat dan cairan bisa bergerak saat dipanaskan.

Baca Juga:  7 Resep Masakan Rumahan Berkuah yang Segar, Bikin Nagih dan Hemat untuk Keluarga

Jika ingin mengatur tingkat kepedasan, letakkan cabai utuh atau kurangi jumlah cabai iris. Cara ini memudahkan anggota keluarga memilih bagian yang sesuai dengan selera masing-masing.

7. Lipat dan sematkan bungkusan

Lipat daun pisang hingga membentuk bungkusan yang rapat, kemudian sematkan ujungnya menggunakan lidi atau tusuk gigi bersih. Pastikan tidak ada celah besar yang membuat cairan mudah keluar.

Buat beberapa bungkusan berukuran sedang daripada satu bungkusan yang terlalu besar. Ukuran yang seragam membantu panas menyebar lebih merata dan memudahkan pengaturan waktu pengukusan.

8. Panaskan kukusan

Didihkan air di dalam kukusan sebelum memasukkan bungkusan garang asem. Pastikan air tidak menyentuh bagian dasar bungkusan secara berlebihan dan tersedia cukup air untuk proses pengukusan.

Susun bungkusan dengan rapi, tetapi jangan menutup seluruh jalur uap. Jika membuat banyak porsi, kukus secara bertahap agar panas tetap bersirkulasi dengan baik.

9. Kukus hingga ayam matang dan empuk

Kukus selama kurang lebih 45 menit, kemudian periksa kematangan ayam. Waktu ini merupakan perkiraan karena ukuran potongan, jenis ayam, dan kekuatan kukusan dapat berbeda.

Ayam harus matang sampai bagian terdalamnya mencapai suhu aman sekitar 74°C. Gunakan termometer makanan jika tersedia, terutama pada potongan yang besar. Jika belum matang, lanjutkan pengukusan dan periksa kembali.

Selama proses ini, sari ayam akan bercampur dengan cairan bumbu, tomat, dan belimbing wuluh. Aroma rempah akan semakin terasa, sedangkan daun pisang membantu menjaga kelembapan masakan.

10. Sajikan selagi hangat

Angkat bungkusan dengan hati-hati karena uap panas dapat keluar saat daun dibuka. Pindahkan garang asem ke mangkuk atau sajikan langsung di atas piring bersama kuahnya.

Nikmati selagi hangat dengan nasi putih. Jika suka, tambahkan daun kemangi segar pada tahap penyajian untuk memberikan aroma tambahan.

Tips Membuat Garang Asem Ayam yang Gurih Tanpa Santan

Garang asem tanpa santan tetap bisa memiliki rasa yang kaya apabila bahan dan teknik memasaknya diperhatikan. Beberapa tips berikut dapat membantu menghasilkan ayam yang empuk, kuah segar, dan aroma rempah yang menggugah selera.

Gunakan Kemiri untuk Memperkaya Rasa

Kemiri menjadi salah satu bahan penting dalam resep ini. Setelah dihaluskan bersama bawang putih, jahe, kunyit, dan garam, kemiri membantu memberikan sensasi bumbu yang lebih lembut dan rasa gurih yang mendalam.

Pastikan kemiri dihaluskan sampai benar-benar halus agar tidak meninggalkan butiran kasar. Gunakan sesuai takaran supaya rasa bumbu tetap seimbang dan tidak terlalu berat.

Seimbangkan Rasa Asam dari Belimbing Wuluh dan Tomat

Belimbing wuluh memiliki rasa asam yang kuat, sedangkan tomat hijau memberikan perpaduan rasa asam dan segar. Kombinasi keduanya menjadi ciri khas garang asem.

Jika tidak terlalu menyukai rasa asam, kamu dapat mengurangi jumlah belimbing wuluh atau tomat hijau. Sebaliknya, jika menyukai rasa asam yang lebih menonjol, gunakan bahan sesuai resep dan pastikan rasa kuah tetap seimbang dengan gurihnya ayam.

Perlu diingat, tingkat keasaman setiap buah bisa berbeda. Karena itu, menyesuaikan jumlahnya dengan selera lebih baik daripada langsung menambahkan bahan asam secara berlebihan.

Pilih Ayam Sesuai Tekstur yang Diinginkan

Ayam kampung memiliki tekstur yang cenderung lebih padat dan cita rasa khas, sedangkan ayam negeri biasanya lebih cepat empuk. Keduanya dapat digunakan untuk membuat garang asem.

Jika memakai ayam kampung, kamu mungkin perlu menambah waktu pengukusan hingga daging benar-benar lunak. Periksa kematangannya secara berkala dan jangan hanya mengandalkan waktu dalam resep.

Potongan ayam yang ukurannya relatif seragam juga membantu proses memasak berjalan lebih merata.

Pastikan Daun Pisang Tidak Mudah Robek

Daun pisang yang terlalu kaku lebih mudah sobek saat dilipat. Layukan sebentar agar lebih lentur, lalu gunakan dua lapis daun jika diperlukan.

Bungkusan yang rapat membantu menjaga cairan bumbu tetap berada di sekitar ayam. Dengan begitu, sari ayam dan aroma rempah tidak mudah terbuang selama pengukusan.

Jangan Berlebihan Menambahkan Air

Resep ini menggunakan 300 ml air. Takaran tersebut membantu proses pengukusan dan menghasilkan kuah dari perpaduan air, bumbu, serta sari ayam.

Jika menambahkan terlalu banyak air, rasa kuah bisa menjadi kurang pekat. Sebaliknya, cairan yang terlalu sedikit dapat membuat bungkusan kurang berkuah. Ikuti takaran awal dan sesuaikan hanya jika diperlukan berdasarkan jumlah ayam serta ukuran bungkusan.

Atur Tingkat Kepedasan Sejak Awal

Cabai rawit merah memberikan sensasi pedas yang melengkapi rasa asam dan gurih. Namun, sepuluh cabai bisa terasa cukup pedas bagi sebagian orang.

Untuk keluarga dengan toleransi pedas yang berbeda, kurangi jumlah cabai atau gunakan sebagian cabai utuh. Jika ingin lebih pedas, tambahkan cabai secara bertahap agar rasa masakan tidak hanya didominasi pedas.

Variasi Garang Asem Ayam untuk Selera Keluarga

Resep garang asem ayam tanpa santan bisa dimodifikasi tanpa menghilangkan karakter utama berupa ayam berbumbu, rasa asam segar, dan aroma daun pisang.

Garang Asem Ayam Pedas

Untuk pencinta masakan pedas, tambahkan cabai rawit merah sesuai selera. Cabai dapat diiris agar rasa pedas lebih menyebar atau dibiarkan utuh agar mudah dipisahkan saat makan.

Kamu juga dapat menambahkan sedikit cabai merah keriting untuk memperkaya warna bumbu. Pastikan tambahan cabai tidak menutupi rasa asam belimbing wuluh dan tomat hijau.

Garang Asem Ayam dengan Kemangi Lebih Harum

Daun kemangi memberikan aroma segar yang khas. Jika menyukai aromanya, tambahkan beberapa lembar ke dalam setiap bungkusan.

Kemangi juga dapat ditambahkan menjelang penyajian. Cara ini membuat aromanya terasa lebih segar, terutama jika garang asem akan langsung disantap setelah matang.

Garang Asem Ayam dengan Kuah Lebih Banyak

Jika keluarga menyukai hidangan berkuah, jumlah air bisa sedikit ditambah. Namun, perhatikan keseimbangan bumbu agar kuah tidak terasa hambar.

Kamu dapat menyesuaikan jumlah air, garam, dan kaldu secara bertahap. Hindari menambahkan terlalu banyak garam sekaligus karena sari ayam akan keluar selama pengukusan dan turut memengaruhi rasa kuah.

Garang Asem Ayam dengan Potongan Lebih Kecil

Potongan ayam yang lebih kecil bisa memudahkan pembagian porsi dan penyajian. Ukuran potongan yang lebih kecil juga dapat mempercepat proses pematangan, tetapi tetap periksa bagian terdalam daging untuk memastikan ayam matang sempurna.

Jika membuat potongan kecil, hindari mengukus terlalu lama hingga daging kehilangan kelembutannya. Sesuaikan durasi dengan ukuran potongan dan kondisi kukusan.

Ide Penyajian Garang Asem Ayam Tanpa Santan

Garang asem paling nikmat disajikan hangat bersama nasi putih. Kuahnya yang asam gurih dapat menyatu dengan nasi, sedangkan potongan ayam menjadi lauk utama yang mengenyangkan.

Baca Juga:  Cara Membuat Caramel Popcorn Homemade yang Praktis dan Hemat

Untuk melengkapi menu, kamu bisa menyajikannya bersama tumis kangkung, oseng kacang panjang, atau sayuran rebus. Pilih lauk pendamping dengan bumbu sederhana supaya rasa garang asem tetap menjadi perhatian utama.

Jika ingin menghadirkan menu tradisional untuk makan bersama keluarga, sajikan garang asem dalam mangkuk tahan panas. Letakkan potongan ayam beserta tomat, belimbing wuluh, dan kuahnya agar tampilannya terlihat menarik.

Garang asem juga cocok menjadi menu makan siang ketika kamu ingin menikmati hidangan yang terasa segar. Perpaduan rasa asam dan gurih membuatnya terasa berbeda dari olahan ayam goreng atau ayam berbumbu pekat.

Untuk sajian keluarga, bungkusan daun pisang dapat dibuka langsung saat akan makan. Aroma yang keluar ketika daun dibuka menambah daya tarik hidangan. Tetap berhati-hati karena uap dari dalam bungkusan bisa sangat panas.

Cara Menyimpan Garang Asem Ayam dengan Aman

Garang asem sebaiknya dinikmati segera setelah matang agar aroma daun pisang dan kesegaran bumbunya tetap terasa. Namun, jika ada sisa, hidangan ini dapat disimpan dengan penanganan yang tepat.

Dinginkan dan simpan segera. Jangan membiarkan ayam matang berada pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan melebihi sekitar 32°C, batas tersebut menjadi satu jam. Pindahkan ke wadah bersih dan tertutup, lalu simpan di lemari es dengan suhu 4°C atau lebih rendah.

Pisahkan ke dalam porsi kecil. Jika membuat garang asem dalam jumlah banyak, pindahkan sisa masakan ke beberapa wadah kecil agar lebih cepat dingin. Wadah yang tertutup juga membantu mencegah kontaminasi dari makanan lain.

Habiskan dalam beberapa hari. Ayam matang yang disimpan dengan benar di lemari es umumnya sebaiknya dikonsumsi dalam tiga sampai empat hari. Jika tidak akan dimakan dalam rentang tersebut, bekukan dalam wadah yang sesuai.

Panaskan hingga benar-benar panas. Saat akan disantap kembali, panaskan sampai bagian tengah ayam mencapai sekitar 74°C. Kamu dapat memanaskannya menggunakan kukusan atau panci, dengan memastikan seluruh bagian terpanaskan secara merata.

Hindari menyimpan dan memanaskan makanan berulang kali dalam jumlah besar. Lebih baik mengambil porsi yang akan dimakan, lalu mempertahankan sisa makanan tetap dingin.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memasak Garang Asem

Walaupun cara membuat garang asem relatif mudah, beberapa kesalahan dapat memengaruhi rasa dan tekstur hasil akhirnya.

Menggunakan terlalu banyak air. Kuah yang terlalu encer bisa membuat rasa bumbu kurang terasa. Mulailah dari takaran resep, lalu sesuaikan jika memang diperlukan.

Tidak menghaluskan bumbu dengan baik. Bumbu yang masih kasar dapat membuat rasa kurang merata. Haluskan kemiri, bawang putih, jahe, dan kunyit hingga tercampur sempurna.

Membungkus daun pisang terlalu longgar. Bungkusan yang mudah terbuka dapat membuat cairan keluar. Gunakan daun yang lentur, lipat dengan rapat, dan sematkan ujungnya dengan lidi.

Mengukus tanpa memeriksa kematangan. Durasi 45 menit merupakan perkiraan, bukan jaminan bahwa setiap potongan ayam sudah matang. Ukuran ayam dan jenisnya dapat memengaruhi waktu memasak. Pastikan bagian terdalam mencapai suhu aman.

Menggunakan terlalu banyak belimbing wuluh. Rasa asam yang berlebihan dapat menutupi rasa gurih ayam. Sesuaikan jumlah belimbing wuluh dengan tingkat keasaman yang diinginkan.

Mengabaikan keseimbangan garam dan kaldu. Kaldu ayam atau jamur dapat memiliki kadar garam berbeda. Cermati label produk dan sesuaikan garam agar kuah tidak terlalu asin.

Tanya Jawab Seputar Garang Asem Ayam Tanpa Santan

1. Apakah garang asem ayam tanpa santan tetap gurih?

Ya. Rasa gurih dapat berasal dari ayam, bumbu halus, kemiri, dan kaldu. Proses pengukusan membantu sari ayam bercampur dengan bumbu sehingga menghasilkan kuah yang kaya rasa meskipun tanpa santan.

2. Apa fungsi kemiri dalam garang asem ayam?

Kemiri membantu memperkaya rasa bumbu dan memberikan sensasi yang lebih lembut. Dalam resep tanpa santan, kemiri digunakan untuk memperkuat karakter gurih, meskipun hasil akhirnya tetap berbeda dari masakan yang memakai santan.

3. Bisakah garang asem dibuat menggunakan ayam negeri?

Bisa. Ayam negeri cenderung lebih cepat empuk dibandingkan ayam kampung, sehingga waktu pengukusan mungkin lebih singkat. Namun, tetap pastikan bagian terdalam ayam matang sempurna sebelum disajikan.

4. Apakah belimbing wuluh bisa diganti dengan tomat?

Tomat dapat membantu memberikan rasa asam, tetapi karakter rasanya berbeda dari belimbing wuluh. Jika mengganti atau mengurangi belimbing wuluh, sesuaikan jumlah tomat dan bumbu agar rasa garang asem tetap seimbang.

5. Mengapa garang asem lebih baik dibungkus daun pisang?

Daun pisang membantu menahan cairan dan aroma bumbu selama pengukusan. Daun ini juga memberikan aroma khas yang membuat hidangan terasa lebih tradisional dan menggugah selera.

6. Berapa lama garang asem ayam perlu dikukus?

Sebagai panduan, resep ini menggunakan waktu sekitar 45 menit. Durasi sebenarnya bergantung pada ukuran potongan dan jenis ayam. Pastikan ayam matang hingga suhu bagian terdalam mencapai sekitar 74°C.

7. Bagaimana cara menyimpan sisa garang asem?

Simpan sisa masakan dalam wadah tertutup di lemari es bersuhu 4°C atau lebih rendah, setelah didinginkan dan disimpan tanpa menunggu terlalu lama. Konsumsi dalam tiga sampai empat hari atau bekukan jika ingin menyimpannya lebih lama. Panaskan kembali sampai benar-benar panas sebelum disantap.

Garang Asem Ayam Tanpa Santan, Pilihan Lezat untuk Menu Rumahan

Garang asem ayam tanpa santan membuktikan bahwa hidangan tradisional tetap bisa terasa gurih dan nikmat tanpa tambahan santan. Perpaduan ayam, kemiri, bawang, jahe, kunyit, belimbing wuluh, tomat hijau, dan cabai menghasilkan rasa yang kaya sekaligus segar.

Kunci keberhasilannya ada pada bumbu yang dihaluskan dengan baik, takaran air yang seimbang, serta proses pengukusan sampai ayam benar-benar matang dan empuk. Pembungkus daun pisang turut menghadirkan aroma khas yang menjadi daya tarik masakan ini.

Sajikan garang asem bersama nasi putih hangat dan sayuran sederhana untuk menu makan siang atau malam. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan cara memasak yang praktis, resep ini layak menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati masakan khas Jawa dengan kuah asam gurih tanpa santan.

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED