3 Resep Sayur Bening yang Segar, Bayam hingga Oyong Soun
Sayur bening menjadi pilihan menu rumahan yang cocok disajikan saat makan siang maupun makan malam. Kuahnya yang ringan dengan perpaduan...
Read more
Gulai menjadi salah satu hidangan Nusantara yang terkenal dengan kuah santan gurih dan racikan rempah yang harum. Masakan yang identik dengan kuliner Sumatera, khususnya Minangkabau, ini biasanya diolah bersama ayam, ikan, udang, atau daging sapi. Namun, gulai juga terasa lezat ketika dipadukan dengan aneka sayuran.
Ada banyak sayuran yang bisa diolah menjadi gulai rumahan, mulai dari daun singkong yang berserat lembut, nangka muda yang padat, hingga terong ungu yang mudah menyerap bumbu. Setiap bahan menghasilkan karakter rasa dan tekstur berbeda, tetapi semuanya cocok disajikan bersama nasi putih hangat.
Rahasia gulai sayuran yang nikmat terletak pada perpaduan santan dan bumbu halus. Bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan daun jeruk bisa menghasilkan aroma rempah yang menggugah selera. Penggunaan santan juga perlu diperhatikan agar kuah terasa gurih tanpa kehilangan teksturnya.
Jika ingin menghadirkan menu rumahan yang berbeda, kamu bisa mencoba tiga resep gulai sayuran berikut. Cara membuatnya relatif mudah, bahan-bahannya dapat ditemukan di pasar, dan tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan selera keluarga.
Gulai daun singkong merupakan salah satu hidangan sayuran berkuah santan yang populer di berbagai daerah Sumatera. Daun singkong muda direbus hingga empuk, kemudian dimasak bersama bumbu rempah sampai kuahnya meresap.
Rasa daun singkong yang sedikit khas berpadu dengan santan gurih, aroma serai, daun kunyit, dan daun jeruk. Agar semakin nikmat, gulai ini bisa ditambahkan taburan teri Medan atau teri tawar goreng yang renyah.
Menu ini cocok dijadikan lauk pendamping nasi putih, terutama jika disajikan bersama telur dadar, ikan goreng, atau sambal.
Bumbu halus:
1. Rebus daun singkong hingga empuk
Didihkan air secukupnya dalam panci. Masukkan daun singkong muda, lalu rebus hingga teksturnya benar-benar lunak. Jika ingin menggunakan soda kue untuk membantu melunakkan daun, gunakan sedikit saja dan ikuti petunjuk penggunaan produk.
Setelah matang, angkat dan tiriskan. Peras daun singkong setelah cukup dingin agar mudah ditangani, kemudian potong-potong jika ukurannya terlalu panjang. Sisihkan.
2. Haluskan dan tumis bumbu
Haluskan cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, merica, gula merah, dan garam.
Panaskan minyak sayur dalam wajan. Masukkan bumbu halus bersama daun kunyit, daun jeruk, serai, dan lengkuas. Tumis hingga harum dan bumbu matang. Aduk secara berkala agar bumbu tidak gosong.
3. Masak santan bersama bumbu
Pindahkan bumbu tumis ke dalam panci. Tuangkan santan, kemudian aduk perlahan hingga bumbu tercampur rata.
Masak menggunakan api sedang sampai kuah panas dan mulai mendidih. Aduk secara berkala, terutama di bagian dasar panci, agar santan tidak pecah atau mengendap.
4. Masukkan daun singkong dan asam kandis
Tambahkan daun singkong rebus dan asam kandis. Kecilkan api, lalu masak beberapa saat hingga bumbu meresap ke dalam daun.
Cicipi kuahnya dan sesuaikan rasa garam jika diperlukan. Jika kuah terlalu kental, tambahkan sedikit air panas atau santan encer sesuai selera.
5. Sajikan dengan teri goreng
Angkat gulai daun singkong setelah rasanya menyatu. Tuangkan ke dalam mangkuk saji, kemudian taburi dengan teri goreng.
Sajikan selagi hangat bersama nasi putih pulen. Teri yang renyah memberikan tekstur tambahan sekaligus rasa gurih yang melengkapi kuah santan.
Pilih daun singkong muda agar teksturnya tidak terlalu keras atau berserat. Rebus hingga empuk sebelum dicampurkan ke dalam kuah santan supaya proses memasak lebih mudah dikendalikan.
Tumis bumbu sampai benar-benar matang agar aroma rempah lebih keluar. Jangan memasukkan santan ketika bumbu masih mentah karena rasa dan aromanya bisa kurang maksimal.
Jika ingin rasa yang lebih ringan, gunakan santan encer lebih banyak. Sebaliknya, santan yang lebih kental menghasilkan kuah yang terasa lebih gurih dan kaya.
Teri goreng sebaiknya ditambahkan menjelang penyajian agar teksturnya tetap renyah. Jika langsung dimasak terlalu lama dalam kuah, teri akan menyerap cairan dan menjadi lebih lunak.
Gulai nangka muda menawarkan tekstur yang lebih padat dengan rasa gurih dari santan dan rempah. Nangka muda memiliki serat yang membuatnya cocok dimasak dalam waktu cukup lama hingga bumbu meresap.
Dalam resep ini, nangka muda dipadukan dengan tetelan daging sapi, tomat merah, dan daun melinjo muda. Bumbu merah yang berasal dari cabai, bawang, kunyit, jahe, jintan, dan terasi menghasilkan kuah dengan rasa rempah yang kuat serta sedikit pedas.
Kehadiran tetelan memberikan rasa gurih tambahan pada kuah. Hidangan ini cocok untuk menu makan siang atau makan malam bersama nasi hangat.
Bumbu halus:
1. Rebus nangka muda hingga lunak
Didihkan air dalam panci, lalu masukkan nangka muda yang sudah dipotong. Rebus sampai teksturnya mulai lunak, kemudian tiriskan.
Tahap perebusan awal membantu nangka lebih cepat empuk ketika dimasak bersama santan. Potong nangka dengan ukuran relatif seragam agar tingkat kematangannya tidak berbeda jauh.
2. Rebus tetelan daging sapi
Masukkan tetelan daging sapi ke dalam panci berisi air. Rebus hingga daging empuk dan kaldunya tersisa sekitar 250 ml.
Buang buih yang muncul di permukaan selama perebusan agar kuah lebih bersih. Jika tetelan belum empuk, tambahkan air secukupnya dan lanjutkan memasak sebelum memasukkan santan.
3. Siapkan bumbu merah
Haluskan cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, merica, jintan, terasi goreng, dan garam.
Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Tambahkan daun salam, daun jeruk, serta serai, lalu aduk sampai aromanya semakin keluar.
Jangan terburu-buru mengangkat bumbu. Bumbu yang ditumis dengan baik akan memberikan aroma dan rasa lebih menyatu pada kuah gulai.
4. Campurkan bumbu dengan daging dan nangka
Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci berisi tetelan dan kaldu. Tambahkan nangka muda yang sudah direbus, kemudian tuangkan santan sedang.
Aduk perlahan hingga seluruh bahan tercampur. Masak menggunakan api kecil sampai kuah panas dan mulai mendidih.
5. Masukkan tomat dan daun melinjo
Tambahkan gula pasir, kaldu jamur, tomat merah, dan daun melinjo muda. Aduk perlahan agar tomat tidak langsung hancur.
Lanjutkan memasak dengan api kecil sampai nangka semakin empuk, daun melinjo matang, dan bumbu meresap. Sesuaikan rasa garam jika diperlukan.
6. Sajikan gulai nangka selagi hangat
Setelah tekstur nangka dan daging sesuai selera, matikan api. Pindahkan gulai ke mangkuk saji dan nikmati bersama nasi putih hangat.
Jika suka, sajikan bersama kerupuk, sambal, atau lauk sederhana seperti telur dadar. Kuah gulai yang gurih juga cocok disiramkan sedikit di atas nasi.
Gunakan nangka muda yang masih segar dan tidak terlalu matang. Nangka yang tepat akan memiliki tekstur berserat dan tidak terlalu lembek setelah dimasak.
Rebus nangka secara terpisah sebelum dicampurkan ke dalam kuah. Selain membantu mempercepat proses memasak, langkah ini membuat kamu lebih mudah mengontrol kelembutan nangka.
Untuk tetelan, pilih potongan yang memiliki perpaduan daging dan sedikit lemak. Lemak dapat memberikan rasa gurih, tetapi jumlah yang berlebihan bisa membuat kuah terasa terlalu berat.
Jika menyukai gulai yang pedas, pertahankan jumlah cabai rawit sesuai resep. Untuk rasa yang lebih ringan, kurangi cabai rawit dan tambahkan sedikit cabai merah keriting agar warna kuah tetap menarik.
Masukkan tomat dan daun melinjo menjelang tahap akhir memasak. Dengan begitu, tomat tidak terlalu hancur dan daun melinjo tetap memiliki tekstur yang menyenangkan.
Terong ungu tidak hanya cocok dimasak menjadi balado atau tumisan. Sayuran ini juga bisa diolah menjadi gulai dengan kuah santan kuning yang gurih dan kaya rempah.
Tekstur terong yang lembut membuatnya mudah menyerap bumbu. Perpaduan santan, kunyit, kemiri, jahe, lengkuas, serai, dan daun jeruk menghasilkan aroma yang khas.
Untuk menambah cita rasa gurih, resep ini menggunakan ebi atau udang kering. Bahan tersebut memberikan sentuhan rasa laut yang cocok dipadukan dengan bumbu kuning.
Gulai terong dapat menjadi pilihan lauk sayuran untuk makan sehari-hari. Rasanya cocok dipadukan dengan nasi hangat, ikan goreng, tempe, atau lauk sederhana lainnya.
Bumbu halus:
1. Siapkan terong
Cuci terong ungu hingga bersih, lalu potong bagian ujung dan pangkalnya. Belah terong memanjang, kemudian potong menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sesuai.
Jika ingin potongan terong tetap terlihat cantik, jangan memotongnya terlalu kecil. Ukuran yang lebih besar juga membantu terong tidak cepat hancur ketika dimasak dalam kuah.
Sebaiknya potong terong mendekati waktu memasak agar permukaannya tidak terlalu lama terpapar udara dan berubah warna.
2. Haluskan bumbu
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kemiri, kunyit, jahe, merica, gula pasir, dan garam hingga menjadi pasta bumbu.
Bumbu yang dihaluskan dengan baik akan lebih mudah menyatu dengan santan. Jika menggunakan blender, tambahkan cairan seminimal mungkin agar bumbu tidak terlalu encer.
3. Tumis bumbu bersama rempah
Panaskan minyak sayur dalam wajan atau panci. Masukkan bumbu halus, kemudian tumis hingga harum dan matang.
Tambahkan daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, dan ebi. Aduk perlahan sampai aroma rempah keluar dan ebi tercampur rata dengan bumbu.
Pastikan bumbu tidak gosong karena dapat membuat kuah terasa pahit. Gunakan api sedang dan kecilkan jika bagian dasar wajan mulai terlalu panas.
4. Tuangkan santan sedang
Masukkan santan sedang ke dalam panci berisi bumbu tumis. Aduk perlahan hingga santan tercampur rata.
Masak sampai kuah panas dan mulai mendidih. Hindari meninggalkan panci tanpa pengawasan karena santan bisa meluap atau pecah jika dipanaskan terlalu kuat.
5. Masukkan potongan terong
Tambahkan potongan terong ungu ke dalam kuah. Aduk perlahan agar seluruh permukaan terong terkena bumbu.
Masak hingga terong mulai lunak, tetapi jangan terlalu lama mengaduknya. Terong yang sudah matang cenderung mudah hancur jika sering dibolak-balik.
6. Tambahkan santan kental
Tuangkan santan kental, kemudian aduk perlahan. Masak dengan api kecil hingga kuah kembali panas dan bumbu meresap ke dalam terong.
Periksa tingkat kematangan terong menggunakan sendok. Jika sudah lembut tetapi masih mempertahankan bentuk, gulai siap diangkat.
7. Sajikan gulai terong
Matikan api dan pindahkan gulai ke dalam mangkuk saji. Hidangkan selagi hangat bersama nasi putih.
Kuah santan kuning yang gurih akan terasa semakin nikmat ketika dipadukan dengan terong lembut. Kamu juga bisa menyajikannya bersama ikan goreng atau tempe untuk melengkapi menu makan keluarga.
Pilih terong ungu yang kulitnya mulus, terasa padat, dan tidak memiliki bagian lembek. Terong segar biasanya memiliki tekstur yang lebih baik untuk dimasak dalam kuah santan.
Potong terong dalam ukuran cukup besar agar tidak mudah hancur. Masukkan setelah bumbu dan santan sedang tercampur rata sehingga terong tidak perlu dimasak terlalu lama.
Gunakan api sedang saat memanaskan kuah, kemudian kecilkan setelah santan mulai mendidih. Aduk perlahan dari bagian dasar panci dan hindari mengaduk secara berlebihan.
Jika ingin rasa ebi lebih kuat, sangrai sebentar sebelum ditumis bersama bumbu. Namun, gunakan secukupnya agar rasa gurihnya tidak menutupi aroma kunyit dan rempah lainnya.
Untuk kuah yang lebih ringan, kamu dapat mengurangi santan kental dan menyesuaikan jumlah santan sedang. Meski begitu, pertahankan keseimbangan bumbu agar rasa gulai tetap gurih dan harum.
Ketiga resep di atas menggunakan bahan sayuran yang berbeda, tetapi memiliki prinsip memasak yang serupa. Pemilihan bahan, kematangan bumbu, dan pengaturan api akan menentukan kualitas kuah gulai.
Santan memberikan rasa gurih sekaligus tekstur kuah yang lembut. Kamu dapat menggunakan santan segar dari kelapa parut atau santan siap pakai sesuai kebutuhan.
Jika menggunakan santan kental siap pakai, ikuti petunjuk pengenceran pada kemasan. Jangan langsung menambahkan santan terlalu banyak karena dapat membuat kuah terlalu pekat dan menutupi rasa sayuran.
Saat memasak, aduk kuah secara berkala dan hindari mendidihkan santan dengan api terlalu besar. Pemanasan yang terlalu kuat dapat membuat santan terpisah sehingga kuah terlihat kurang menyatu.
Bumbu halus merupakan dasar cita rasa gulai. Bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, kemiri, dan rempah lainnya perlu ditumis hingga harum sebelum santan ditambahkan.
Bumbu yang belum matang dapat menghasilkan aroma langu dan rasa yang kurang seimbang. Karena itu, beri waktu agar bumbu matang sambil terus diaduk supaya tidak gosong.
Setiap sayuran memiliki tekstur dan waktu memasak yang berbeda. Daun singkong perlu direbus hingga empuk terlebih dahulu, nangka muda membutuhkan waktu untuk melunakkan seratnya, sedangkan terong sebaiknya dimasukkan ketika kuah sudah siap.
Dengan mengatur waktu memasak, kamu dapat mempertahankan tekstur setiap bahan. Sayuran akan lebih mudah menyerap bumbu tanpa berubah menjadi terlalu lembek.
Gulai yang enak tidak hanya mengandalkan santan. Rasa gurih perlu diseimbangkan dengan garam, sedangkan cabai memberikan sensasi pedas dan rempah menghadirkan aroma khas.
Asam kandis pada gulai daun singkong membantu memberikan sentuhan asam yang menyegarkan. Pada gulai nangka, tomat dapat menambah rasa segar sekaligus memberi warna menarik.
Cicipi kuah menjelang akhir memasak. Tambahkan garam, gula, atau bahan lain secara bertahap agar rasa tidak terlalu tajam atau berlebihan.
Gulai sayuran paling nikmat disajikan bersama nasi putih hangat. Kamu bisa memilih gulai daun singkong dengan taburan teri untuk rasa gurih, gulai nangka bumbu merah untuk sensasi pedas berempah, atau gulai terong kuning untuk tekstur yang lembut.
Agar menu lebih lengkap, sajikan bersama telur dadar, tempe goreng, ikan goreng, atau lauk sesuai selera. Tambahkan sambal jika ingin sensasi pedas yang lebih kuat.
Jika ada sisa gulai, pindahkan ke wadah bersih dan simpan di lemari pendingin sesegera mungkin. Jangan membiarkan gulai berbahan santan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu udara mencapai sekitar 32 derajat Celsius atau lebih, batasnya menjadi satu jam.
Untuk menjaga keamanan makanan, simpan gulai dalam lemari pendingin bersuhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah dan konsumsi dalam waktu sekitar 3–4 hari. Saat akan disantap kembali, panaskan hingga seluruh bagian kuah benar-benar panas. Aduk perlahan supaya panas merata dan santan tidak mudah pecah.
Jika membuat gulai dalam jumlah banyak, kamu bisa membaginya ke dalam beberapa wadah kecil agar lebih cepat dingin. Hindari memasukkan panci besar berisi gulai yang masih sangat panas ke dalam lemari pendingin jika hal itu membuat suhu penyimpanan naik secara signifikan.
Daun singkong, nangka muda, dan terong merupakan beberapa pilihan yang cocok untuk gulai. Selain itu, kamu juga bisa mencoba kacang panjang, labu siam, rebung, atau sayuran lain sesuai selera. Sesuaikan waktu memasak dengan tekstur setiap bahan agar tidak terlalu lembek.
Gunakan santan dengan takaran sesuai resep, tumis bumbu hingga matang, dan seimbangkan rasa garam serta rempah. Kamu juga dapat menambahkan bahan seperti terasi, ebi, atau kaldu sesuai jenis gulai yang dibuat untuk memperkaya cita rasanya.
Santan bisa terpisah ketika dipanaskan dengan api terlalu besar atau tidak diaduk secara berkala. Untuk mengurangi risikonya, masak dengan api sedang hingga kecil dan aduk perlahan selama proses pemanasan, terutama ketika kuah mulai mendidih.
Bisa. Gulai daun singkong dan gulai terong dapat dibuat tanpa daging dengan tetap menggunakan bumbu rempah sesuai resep. Untuk gulai nangka, tetelan sapi dapat dihilangkan jika ingin versi vegetarian. Pastikan juga kaldu, terasi, dan ebi tidak digunakan jika ingin menghindari bahan hewani.
Rebus nangka muda terlebih dahulu dalam air hingga mulai lunak sebelum dicampurkan ke kuah gulai. Potong dengan ukuran seragam dan lanjutkan memasak menggunakan api kecil sampai teksturnya sesuai selera.
Bisa, asalkan didinginkan dan disimpan dengan benar. Masukkan ke wadah bersih, simpan dalam lemari pendingin, dan panaskan hingga benar-benar panas sebelum disantap. Perhatikan batas waktu penyimpanan dan buang makanan jika menunjukkan tanda kerusakan.
Gulai sayuran cocok disajikan dengan nasi putih hangat, telur dadar, ikan goreng, tempe goreng, atau sambal. Pilih pendamping sesuai selera dan jenis gulai agar cita rasa hidangan tetap seimbang.
Tiga resep gulai sayuran ini bisa menjadi pilihan untuk menghadirkan menu rumahan yang gurih, praktis, dan kaya rempah. Gulai daun singkong menawarkan rasa santan yang harum dengan tambahan teri goreng, gulai nangka muda menghadirkan tekstur padat dengan kuah merah pedas, sedangkan gulai terong menyajikan perpaduan kuah kuning dan sayuran yang lembut.
Ketiganya cocok disantap bersama nasi hangat dan lauk favorit keluarga. Dengan memilih sayuran segar, menumis bumbu hingga matang, serta menjaga santan tetap menyatu, kamu bisa membuat gulai sayuran yang lezat untuk menu makan siang maupun makan malam di rumah.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sayur bening menjadi pilihan menu rumahan yang cocok disajikan saat makan siang maupun makan malam. Kuahnya yang ringan dengan perpaduan...
Acar kuning timun wortel menjadi salah satu makanan pendamping yang cocok untuk melengkapi berbagai hidangan rumahan. Perpaduan mentimun yang segar,...