Resep Sop Bola Daging dan Tofu, Kuah Gurih Hangat yang Bikin Rindu Masakan Rumah
Ada kalanya semangkuk sop hangat terasa jauh lebih istimewa daripada hidangan yang rumit. Apalagi ketika cuaca sedang dingin, hujan turun...
Read more
Ada aroma masakan yang langsung mengingatkan kita pada rumah, salah satunya pepes yang baru diangkat dari kukusan. Wangi daun pisang berpadu dengan kemangi, bawang, dan rempah membuat hidangan sederhana ini terasa istimewa. Apalagi ketika bungkusnya dibuka, uap hangat keluar bersama aroma bumbu yang meresap hingga ke bahan utamanya.
Pepes merupakan salah satu hidangan yang lekat dengan kuliner Sunda dari Jawa Barat. Cara memasaknya cukup khas, yaitu bahan makanan dibumbui, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus. Beberapa jenis pepes juga dipanggang atau dibakar kembali agar aromanya semakin kuat dan permukaan daun pisangnya sedikit kering.
Menariknya, pepes bisa dibuat dari beragam bahan yang mudah ditemukan di pasar. Tahu putih cocok untuk pilihan lauk sederhana, ikan kembung menawarkan rasa gurih yang khas, sedangkan ayam kemangi bisa menjadi menu favorit bagi pencinta olahan daging berbumbu.
Setiap jenis pepes memiliki karakter rasa yang berbeda. Pepes tahu terasa lembut dan harum, pepes ikan kembung memiliki perpaduan rasa gurih dan pedas, sementara pepes ayam menghadirkan bumbu rempah yang lebih kaya.
Ketiganya cocok disajikan sebagai menu makan siang maupun makan malam bersama nasi putih hangat, lalapan, dan sambal. Jika kamu ingin menghadirkan masakan tradisional di rumah tanpa harus selalu membeli di rumah makan Sunda, tiga resep pepes berikut bisa menjadi inspirasi.
Pepes tahu kemangi menjadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin menyajikan lauk rumahan dengan bahan sederhana. Tahu putih memiliki tekstur lembut dan rasa yang cenderung netral, sehingga mudah menyerap bumbu bawang, merica, dan kaldu jamur.
Tambahan daun kemangi membuat aromanya lebih segar. Sementara itu, telur dan sedikit tepung terigu membantu menyatukan adonan agar tidak mudah hancur setelah dikukus.
Resep ini cocok untuk menu sehari-hari, terutama ketika ingin membuat lauk tanpa menggunakan daging. Kamu juga bisa menyesuaikan jumlah cabai agar rasanya lebih ramah untuk anak-anak.
Bahan pembungkus:
1. Kurangi kadar air tahu
Bungkus tahu menggunakan kain bersih, lalu tekan perlahan dengan bantuan piring atau pemberat ringan agar air berlebih keluar. Langkah ini penting karena tahu yang terlalu basah dapat membuat adonan lembek dan sulit dibungkus.
Setelah itu, lumatkan tahu menggunakan garpu sampai teksturnya halus. Jika kamu menyukai tekstur yang sedikit kasar, sisakan sebagian kecil potongan tahu agar hasilnya tidak terlalu lembut.
2. Campurkan tahu dengan bumbu
Masukkan telur, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai merah, merica, kaldu jamur, garam, dan daun bawang ke dalam mangkuk berisi tahu.
Tambahkan daun kemangi yang sudah dicuci bersih dan ditiriskan. Aduk sampai seluruh bahan tercampur merata.
Periksa konsistensi adonan. Adonan sebaiknya cukup padat untuk diletakkan di atas daun pisang tanpa mudah mengalir.
3. Siapkan daun pisang
Pilih daun pisang yang bersih dan tidak sobek. Jika daunnya kaku, layukan sebentar di atas api kecil atau dengan uap panas agar lebih lentur dan tidak mudah pecah saat dilipat.
Potong daun sesuai ukuran yang diperlukan. Letakkan selembar daun salam di bagian tengah sebagai pemberi aroma tambahan.
4. Bungkus adonan tahu
Ambil sekitar satu sendok makan adonan tahu, kemudian letakkan di atas daun pisang. Lipat daun hingga membentuk bungkusan memanjang dan semat kedua ujungnya dengan lidi.
Jangan mengisi bungkusan terlalu penuh karena adonan perlu ruang agar bentuknya tetap rapi selama proses pengukusan.
Ulangi sampai semua adonan habis.
5. Kukus hingga matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu. Susun bungkusan pepes tahu di dalam kukusan, lalu masak selama kurang lebih 30 menit atau sampai adonan matang dan mengeras.
Setelah matang, angkat dengan hati-hati. Biarkan sebentar sebelum disajikan agar bungkusan lebih mudah dipegang.
Pepes tahu kemangi bisa langsung disantap setelah dikukus. Jika ingin aroma daun pisang yang lebih kuat, panggang sebentar di atas wajan antilengket setelah pepes matang.
Kunci utama pepes tahu yang enak adalah mengurangi air berlebih pada tahu. Jika bahan terlalu basah, adonan akan sulit menyatu dan hasil akhirnya bisa terlalu lunak.
Jangan pula menambahkan terlalu banyak tepung karena rasa tahu bisa tertutup. Gunakan tepung secukupnya untuk membantu adonan menyatu, bukan membuatnya berubah menjadi adonan tepung.
Daun kemangi sebaiknya ditiriskan setelah dicuci agar airnya tidak menambah kelembapan adonan. Untuk variasi, kamu dapat menambahkan irisan cabai hijau atau sedikit jamur cincang selama bahan tambahan tersebut tidak membuat adonan terlalu berair.
Pepes tahu kemangi paling nikmat disajikan bersama nasi putih, tumis kangkung, atau sayur bening. Rasanya sederhana, tetapi aroma kemangi membuat lauk ini terasa lebih istimewa.
Jika ingin hidangan dengan rasa lebih kuat, pepes ikan kembung bumbu merah bisa menjadi pilihan. Ikan kembung dikenal memiliki rasa gurih alami yang cocok dipadukan dengan rempah, cabai, dan berbagai bumbu aromatik.
Dalam resep ini, bumbu merah dibuat dari cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan terasi bakar. Kombinasi tersebut menghasilkan bumbu dengan rasa gurih, pedas, dan aroma khas.
Belimbing sayur atau belimbing wuluh memberikan rasa asam segar yang membantu menyeimbangkan gurihnya ikan. Daun salam, daun jeruk, lengkuas, serta kemangi melengkapi aroma pepes sehingga terasa semakin menggugah selera.
Bumbu halus:
1. Bersihkan ikan kembung
Buang sisik jika masih ada, keluarkan isi perut dan insang, kemudian cuci ikan hingga bersih. Kerat kedua sisi badan ikan agar bumbu lebih mudah menempel dan meresap.
Tiriskan ikan dengan baik sebelum dibumbui. Pastikan ikan yang digunakan masih segar agar rasa dan teksturnya lebih baik setelah dimasak.
2. Haluskan bumbu merah
Masukkan cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, terasi bakar, gula, dan garam ke dalam blender atau ulekan.
Haluskan sampai bumbu tercampur rata. Jika menggunakan blender, tambahkan cairan sesedikit mungkin agar bumbu tidak terlalu encer.
Bumbu yang terlalu berair dapat membuat proses pembungkusan lebih sulit. Jika ingin cita rasa yang lebih tradisional, bumbu dapat diulek hingga halus.
3. Siapkan daun pisang
Potong daun pisang menjadi lembaran yang cukup besar untuk membungkus satu ekor ikan. Gunakan dua lapis daun jika daun terlalu tipis atau mudah sobek.
Layukan daun sebentar agar lebih lentur. Letakkan irisan lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan belimbing sayur di bagian tengah.
Tambahkan sedikit bumbu halus di atas daun sebagai alas ikan.
4. Balurkan bumbu pada ikan
Letakkan ikan kembung di atas bumbu. Oleskan bumbu halus ke seluruh permukaan ikan, termasuk bagian yang sudah dikerat.
Tambahkan daun kemangi di atas dan di sekitar ikan. Aroma kemangi akan berpadu dengan bumbu merah selama proses pengukusan.
Jika suka rasa yang lebih asam, kamu bisa menambahkan belimbing sayur sesuai selera. Namun, jangan terlalu banyak agar rasa asamnya tidak mendominasi bumbu.
5. Bungkus ikan dengan rapi
Lipat daun pisang hingga menutupi ikan, lalu gulung atau bentuk bungkusan sesuai ukuran bahan. Semat kedua ujungnya dengan lidi agar bungkusan tidak terbuka ketika dikukus.
Pastikan tidak ada bagian ikan yang terlalu terbuka. Bungkus yang rapi membantu menjaga kelembapan ikan dan membuat bumbu tetap berada di sekitar bahan utama.
Ulangi langkah yang sama untuk semua ikan.
6. Kukus sampai ikan matang
Panaskan kukusan, kemudian susun pepes ikan di dalamnya. Kukus selama kurang lebih 30 menit, menyesuaikan ukuran ikan dan kondisi kukusan.
Pastikan ikan matang hingga bagian terdalam. Daging ikan yang matang umumnya tampak tidak transparan dan mudah terpisah dari tulangnya.
Jika menggunakan termometer makanan, suhu bagian ikan yang paling tebal sebaiknya mencapai 63 derajat Celsius.
7. Bakar sebentar agar aromanya lebih sedap
Setelah dikukus, pepes ikan bisa langsung disajikan. Namun, jika ingin mendapatkan aroma daun pisang yang lebih kuat, bakar sebentar di atas bara api atau panggang menggunakan wajan antilengket.
Balik bungkusan agar kedua sisinya mengering secara merata. Gunakan api sedang atau kecil agar daun tidak cepat gosong sebelum bagian dalamnya panas.
Angkat dan sajikan selagi hangat.
Pilih ikan yang segar dan bersihkan bagian perut serta insangnya dengan teliti. Sisa darah dan kotoran di rongga perut dapat memengaruhi aroma ikan setelah dimasak.
Gunakan daun jeruk, lengkuas, daun salam, dan kemangi sesuai resep. Rempah-rempah tersebut membantu memberikan aroma segar yang khas.
Jangan terlalu banyak menambahkan air ke bumbu. Bumbu yang cukup pekat lebih mudah menempel pada ikan dan menghasilkan pepes dengan rasa yang merata.
Untuk sajian yang lebih lengkap, pepes ikan kembung bumbu merah cocok dipadukan dengan nasi putih, lalapan mentimun, dan sambal terasi. Karena bumbunya sudah cukup kuat, pendamping dengan rasa sederhana bisa membuat keseluruhan menu terasa seimbang.
Pepes ayam kemangi cocok bagi pencinta lauk berdaging dengan bumbu yang meresap. Potongan ayam dibaluri bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, cabai, dan terasi. Serai serta kemangi kemudian memberikan aroma yang khas.
Berbeda dengan ayam goreng, pepes ayam dimasak dalam bungkus daun pisang sehingga kelembapan bahan lebih terjaga. Bumbu yang menyelimuti ayam juga menjadi bagian penting dari cita rasanya.
Resep ini menggunakan ayam negeri yang dipotong menjadi beberapa bagian. Kamu bisa menyesuaikan ukuran potongan dengan kebutuhan keluarga, tetapi pastikan waktu memasak cukup agar ayam matang hingga ke bagian dalam.
Bumbu halus:
1. Bersihkan ayam
Siapkan potongan ayam, kemudian bersihkan dan tiriskan. Hindari mencuci ayam dengan cara memercikkan air ke berbagai permukaan dapur. Jika ayam perlu dibilas sesuai kebiasaan pengolahanmu, lakukan dengan hati-hati dan bersihkan area kerja setelahnya.
Pastikan ayam tidak terlalu basah sebelum dicampur dengan bumbu. Kelebihan air bisa membuat bumbu lebih encer dan sulit melekat.
2. Haluskan bumbu rempah
Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit, terasi goreng, dan garam.
Usahakan bumbu tercampur rata agar tidak ada bagian yang terlalu dominan. Kunyit memberikan warna kuning keemasan, sedangkan cabai merah menghasilkan warna yang lebih pekat dan menggugah selera.
Jika ingin rasa yang tidak terlalu pedas, kurangi cabai rawit sesuai kebutuhan. Kamu tetap bisa mempertahankan cabai merah untuk menjaga warna bumbu.
3. Campurkan ayam dengan bumbu
Masukkan ayam ke dalam wadah besar. Tambahkan bumbu halus, lalu aduk hingga seluruh permukaan potongan ayam terbalut bumbu.
Masukkan irisan serai dan daun kemangi. Tambahkan cabai rawit utuh jika ingin sensasi pedas yang lebih kuat.
Diamkan sebentar di dalam kulkas agar bumbu mulai meresap. Gunakan wadah tertutup dan jangan membiarkan ayam berbumbu terlalu lama pada suhu ruang.
4. Siapkan daun pisang
Potong daun pisang sesuai ukuran potongan ayam yang akan dibungkus. Jika daun masih kaku, layukan sebentar supaya mudah dilipat.
Ambil beberapa potong ayam beserta bumbunya, kemudian letakkan di tengah daun. Usahakan setiap bungkusan memiliki campuran bumbu, serai, dan kemangi yang cukup.
Bagi ayam menjadi beberapa bagian agar ukuran bungkusan relatif seragam. Hal ini membantu proses pengukusan berjalan lebih merata.
5. Bungkus dan semat ujungnya
Lipat daun pisang hingga menutupi ayam dan bumbu. Semat kedua ujungnya menggunakan lidi.
Pastikan bungkusan tertutup dengan baik agar bumbu tidak mudah keluar. Jangan membungkus terlalu longgar karena cairan dari ayam dapat mengalir keluar selama proses memasak.
Susun pepes dalam kukusan yang sudah panas.
6. Kukus hingga ayam matang sempurna
Kukus pepes ayam selama kurang lebih 45 menit sebagai perkiraan awal. Waktu memasak bisa bertambah jika potongan ayam berukuran besar atau bungkusan terlalu padat.
Untuk memastikan keamanan makanan, periksa bagian ayam yang paling tebal. Suhu internal ayam harus mencapai 74 derajat Celsius sebelum disajikan.
Jangan hanya mengandalkan warna daun pisang atau lamanya pengukusan untuk memastikan kematangan. Gunakan termometer makanan jika tersedia.
7. Panggang untuk aroma yang lebih kuat
Pepes ayam yang sudah matang bisa langsung disajikan. Jika ingin tekstur daun pisang lebih kering dan aromanya semakin keluar, panggang sebentar di atas bara api atau wajan antilengket.
Balik bungkusan sesekali agar kedua sisinya terkena panas. Hindari api terlalu besar karena daun bisa cepat gosong.
Angkat dan sajikan hangat bersama nasi putih serta sayuran pendamping.
Potongan ayam yang tidak terlalu besar membantu bumbu menjangkau permukaan daging dengan lebih merata. Kerat sedikit bagian ayam yang tebal jika diperlukan, tetapi jangan sampai potongannya hancur.
Kamu juga bisa mendiamkan ayam berbumbu selama sekitar 20–30 menit di kulkas sebelum dibungkus. Waktu tersebut membantu bumbu menempel lebih baik, meskipun tingkat penyerapan rasa tetap bergantung pada ukuran potongan dan komposisi bumbu.
Gunakan daun kemangi dalam jumlah cukup agar aromanya terasa, tetapi jangan sampai menutupi rasa rempah lainnya.
Pepes ayam kemangi cocok disajikan sebagai lauk utama saat makan bersama keluarga. Tambahkan sayur asem, tumis kangkung, atau lalapan agar menu terasa lebih lengkap.
Membuat pepes tidak hanya soal mencampur bahan dengan bumbu. Pemilihan daun pisang, cara membungkus, dan pengaturan panas juga memengaruhi hasil akhir.
Pilih daun pisang yang masih baik. Gunakan daun yang cukup lebar, bersih, dan tidak sobek. Daun pisang yang lentur lebih mudah dibentuk menjadi bungkusan rapat.
Layukan daun sebelum digunakan. Daun yang terlalu kaku mudah pecah saat dilipat. Menghangatkannya sebentar di atas api kecil atau menggunakan uap panas dapat membantu membuatnya lebih lentur.
Jangan memasukkan terlalu banyak bahan. Bungkusan yang terlalu penuh lebih mudah terbuka ketika dikukus. Sisakan ruang untuk melipat dan menyemat ujungnya.
Gunakan bumbu sesuai karakter bahan. Tahu membutuhkan bumbu yang tidak terlalu berair, sedangkan ikan dan ayam cocok dengan rempah yang lebih beragam. Sesuaikan jumlah garam dan cabai dengan kebutuhan.
Panaskan kukusan terlebih dahulu. Uap panas yang stabil membantu bahan matang lebih merata. Pastikan air kukusan cukup selama proses memasak.
Bakar setelah dikukus jika suka. Tahap ini bukan keharusan, tetapi dapat menambahkan aroma daun pisang yang khas. Gunakan api secukupnya agar bungkusan tidak cepat gosong.
Perhatikan kebersihan dan kematangan. Gunakan peralatan bersih, pisahkan bahan mentah dari makanan matang, dan pastikan ikan serta ayam matang sempurna sebelum disajikan.
Pepes khas Sunda memiliki rasa yang cukup beragam, mulai dari lembut hingga pedas berbumbu. Agar makan siang terasa lebih lengkap, padukan pepes dengan lauk atau sayuran yang sesuai.
Kamu tidak harus menyajikan semua pendamping sekaligus. Cukup pilih satu atau dua jenis sesuai kebutuhan agar menu tetap praktis dan tidak berlebihan.
1. Apa perbedaan pepes tahu, pepes ikan, dan pepes ayam?
Perbedaan utamanya terletak pada bahan utama dan komposisi bumbu. Pepes tahu memiliki tekstur lembut dan rasa ringan, pepes ikan menawarkan rasa gurih khas ikan dengan rempah, sedangkan pepes ayam biasanya menggunakan bumbu lebih kaya agar meresap ke dalam daging.
2. Apakah pepes harus dibakar setelah dikukus?
Tidak harus. Pepes bisa langsung disajikan setelah dikukus hingga matang. Pembakaran atau pemanggangan hanya menjadi tahap tambahan untuk mengeringkan daun pisang dan memperkuat aromanya.
3. Mengapa daun pisang harus dilayukan sebelum digunakan?
Daun pisang yang kaku lebih mudah sobek ketika dilipat. Proses pelayuan membuat daun lebih lentur sehingga mudah dibentuk dan membantu bungkusan tetap rapat selama pengukusan.
4. Bisakah pepes dibuat tanpa cabai?
Bisa. Kurangi atau hilangkan cabai sesuai selera, lalu pertahankan bawang, kunyit, kemiri, dan rempah lain untuk menjaga cita rasa. Untuk pepes tahu, kamu juga bisa menggunakan irisan paprika sebagai variasi warna dan tekstur.
5. Bagaimana cara menyimpan pepes yang tersisa?
Simpan pepes matang dalam wadah tertutup di kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak, atau lebih cepat jika cuaca sangat panas. Sebaiknya habiskan dalam tiga hingga empat hari. Jika ingin menyimpan lebih lama, bekukan dalam wadah yang sesuai dan panaskan kembali hingga seluruh bagian benar-benar panas sebelum disantap.
Pepes khas Sunda membuktikan bahwa masakan tradisional tidak harus rumit untuk terasa istimewa. Dengan bahan yang mudah ditemukan, bumbu dapur sederhana, dan daun pisang sebagai pembungkus, kamu bisa menghadirkan hidangan harum yang cocok dinikmati bersama keluarga.
Pepes tahu kemangi menjadi pilihan praktis untuk menu sehari-hari. Pepes ikan kembung bumbu merah cocok bagi pencinta rasa gurih pedas, sedangkan pepes ayam kemangi menawarkan perpaduan rempah yang lebih kaya.
Ketiga resep tersebut bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari tingkat kepedasan hingga pilihan lauk pendamping. Kamu juga dapat menyiapkannya untuk makan siang maupun makan malam tanpa harus selalu mengandalkan menu yang digoreng.
Terkadang, kelezatan masakan rumahan justru hadir dari hal-hal sederhana: nasi yang masih hangat, aroma daun pisang yang baru dibuka, dan lauk berbumbu yang dinikmati bersama orang-orang terdekat.
Jadi, jika kamu sedang mencari inspirasi menu khas Sunda untuk keluarga, tidak ada salahnya mencoba salah satu resep pepes ini. Siapa tahu, aroma kemangi dan rempah dari dapur sendiri bisa menghadirkan kembali kenangan menyenangkan tentang masakan rumah yang selalu dirindukan.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada kalanya semangkuk sop hangat terasa jauh lebih istimewa daripada hidangan yang rumit. Apalagi ketika cuaca sedang dingin, hujan turun...
Ada kalanya menu makan siang yang paling menggugah selera justru berasal dari bahan sederhana di dapur. Sepiring nasi putih hangat,...