📱 Wrapping iPhone Kembali Jadi Tren, Masih Layak Dicoba?
Kalau beberapa tahun lalu wrapping iPhone sempat ramai, sekarang trennya kembali muncul. Bedanya, kali ini bukan sekadar mengikuti gaya, tapi...
Read more
Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada laptop modern. Seiring pemakaian, kapasitas baterai memang akan mengalami penurunan secara alami. Namun, kebiasaan mengisi daya yang tepat dapat membantu memperlambat proses tersebut sehingga performa laptop tetap optimal dalam jangka panjang.
Berdasarkan informasi dari Battery University, baterai lithium-ion yang digunakan pada sebagian besar laptop memiliki usia pakai lebih panjang jika kapasitas dayanya dijaga pada kisaran 40 hingga 80 persen. Rentang tersebut dinilai mampu mengurangi tekanan pada sel baterai dibandingkan jika perangkat terlalu sering dibiarkan habis atau selalu terisi penuh.
Mengisi daya hingga 100 persen sesekali tidak menjadi masalah. Namun, membiasakan baterai berada pada level penuh dalam waktu lama dapat mempercepat penurunan kapasitas, terutama jika laptop sering terhubung ke charger sepanjang hari.
Sejumlah produsen laptop kini menghadirkan fitur khusus untuk membantu menjaga kesehatan baterai secara otomatis.
Pada perangkat MacBook, tersedia fitur Optimized Battery Charging yang mempelajari pola penggunaan pengguna. Sistem akan menunda pengisian hingga penuh apabila mendeteksi laptop masih akan tetap terhubung ke adaptor dalam waktu lama.
Sementara itu, berbagai laptop Windows juga memiliki fitur serupa dengan nama yang berbeda-beda. Lenovo menyediakan Lenovo Vantage, Dell menghadirkan Dell Power Manager, ASUS melalui MyASUS, Acer lewat AcerCare, Microsoft Surface menggunakan aplikasi Surface, sedangkan beberapa perangkat HP menyediakan pengaturan Adaptive Battery Optimizer melalui BIOS.
Menurut Battery University, fitur-fitur tersebut bertujuan membatasi waktu baterai berada pada kondisi penuh sehingga proses degradasi dapat diperlambat.
Selain fitur bawaan, tersedia pula beberapa aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan pengguna mengatur batas pengisian daya secara manual. Solusi ini banyak dimanfaatkan oleh pengguna yang ingin menjaga kapasitas baterai tetap berada di kisaran ideal.
Selain memperhatikan pola pengisian daya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang juga dapat membantu memperpanjang usia baterai laptop, antara lain:
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, baterai laptop dapat mempertahankan kapasitasnya lebih lama sehingga perangkat tetap nyaman digunakan untuk bekerja, belajar, maupun aktivitas sehari-hari.
Menurut Battery University, menjaga baterai pada kisaran 40 hingga 80 persen merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi stres pada sel lithium-ion. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Apple, fitur pengelolaan baterai modern dirancang untuk membantu pengguna memperpanjang usia baterai tanpa harus terus-menerus memantau proses pengisian daya secara manual.
Referensi:
KompasTekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sepak bola selalu menghadirkan cerita menarik, bukan hanya dari aksi para pemain di lapangan, tetapi juga dari tingkah lucu para...
Di era sekarang, mencari karyawan bukan hanya soal siapa yang memiliki CV paling menarik atau pengalaman kerja paling panjang. Banyak...