Sinopsis Ghost in the Cell Film Horor Komedi Joko Anwar dengan Satir Tajam
Film Ghost in the Cell menjadi salah satu tayangan Indonesia yang mencuri perhatian pada April 2026. Karya terbaru dari Joko...
Read more
Polemik promosi film Aku Harus Mati akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak produksi. Produser melalui perwakilannya, Iwet Ramadhan, menyampaikan penyesalan atas materi promosi yang dinilai mengganggu masyarakat.
Kontroversi ini bermula dari pemasangan poster film di sejumlah billboard di kawasan Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Konten visual yang ditampilkan dianggap terlalu ekstrem, sehingga memicu ketidaknyamanan, terutama bagi pengguna jalan dan keluarga.
Menurut Iwet Ramadhan, pihak rumah produksi memahami reaksi publik yang muncul. “Kami dari PH itu mendengar dan sangat memahami sekali berbagai respons yang muncul dari masyarakat terkait film ini,” kata Iwet Ramadhan.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menyesali dampak yang ditimbulkan dari strategi promosi tersebut. “Saya mewakili produser ingin menyampaikan bahwa kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, tim produksi mengambil langkah cepat dengan menurunkan seluruh materi promosi berupa billboard yang tersebar di berbagai wilayah. Tercatat, ada sekitar 36 titik billboard di kota-kota besar Indonesia yang telah dicopot sejak awal April.
Menurut penjelasan Iwet, penurunan billboard sebenarnya juga berkaitan dengan fase promosi yang memang sudah mendekati akhir. Namun, langkah ini sekaligus menjadi bentuk penyesuaian terhadap situasi yang berkembang di masyarakat.
Polemik ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan keterangan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, penertiban dilakukan setelah muncul protes dari masyarakat yang menilai iklan tersebut tidak ramah anak.
Penertiban dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik bersama Satuan Polisi Pamong Praja di sejumlah titik di Jakarta.
Di sisi lain, pihak produksi menegaskan bahwa seluruh materi promosi yang digunakan sebenarnya telah melalui proses evaluasi resmi dari lembaga terkait. Menurut Iwet, materi tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Lembaga Sensor Film dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
“Seluruh cast mengapresiasi yang sangat dalam kepada Lembaga Sensor Film dan juga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Karena semua materi kami sudah dievaluasi sama mereka,” kata Iwet.
Meski demikian, tim produksi memilih untuk tidak bersikap reaktif terhadap kritik yang berkembang di media sosial. Mereka menilai langkah yang terburu-buru justru berpotensi menimbulkan kesalahan baru.
“Kalau misalnya kami reaktif, bergerak secara sporadis malah nanti blunder. Sehingga tidak elok kalau perangnya di media sosial,” tuturnya.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana strategi promosi yang tidak tepat dapat memicu reaksi luas dari publik, terutama jika menyentuh ruang publik yang dapat diakses berbagai kalangan usia.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Film Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia film — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus tabrakan antara kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kini memasuki babak baru. Polda...
Insiden kebakaran Apartemen Mediterania di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis pagi (30/4/2026), masih dalam proses penyelidikan oleh pihak...