Pemerintah Waspadai Ancaman Kanker Serviks pada Perempuan Indonesia
Ancaman kanker leher rahim atau kanker serviks masih membayangi perempuan Indonesia. Berdasarkan estimasi nasional, sekitar 400 ribu perempuan diperkirakan hidup...
Read more
Banyak orang memilih menghindari nasi saat menjalani program penurunan berat badan. Namun, pengalaman seorang wanita asal Lombok membuktikan bahwa pola makan seimbang tetap bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan nasi sepenuhnya.
Pemilik akun media sosial dengan nama Isa Tanrodiah ini berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 40 kilogram. Sempat mengalami obesitas, ia kini mencapai berat badan ideal di kisaran 54 kilogram. Perjalanan tersebut tidak hanya mengubah kondisi fisiknya, tetapi juga kepercayaan dirinya.
Menurut Isa, masa ketika dirinya mengalami obesitas menjadi periode paling berat dalam hidupnya. Ia kerap mendapat ejekan, hinaan, hingga dianggap mustahil bisa kurus karena faktor genetik.
“Selalu insecure, sering diejek, sering sesak napas dan mudah lelah. Bahkan kata keluarga dan tetanggaku, aku sudah gendut genetik, pasti tidak bakalan kurus,” kata Isa, mantan obesitas asal Lombok.
Ia juga mengungkapkan pengalaman pahit menerima komentar yang menyakitkan setiap hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pemicu terkuat baginya untuk mengubah pola hidup secara perlahan namun konsisten.
Dalam proses penurunan berat badan, Isa memilih menjalani intermittent fasting tanpa menghilangkan nasi dari menu hariannya. Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat selama dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
Menurut Isa, rutinitas sederhana justru memberi dampak besar. Ia membiasakan diri bangun pagi dan meluangkan waktu untuk berjalan kaki selama 30 menit setiap hari.
“Aku konsisten bangun setiap pagi pukul 06.30, jalan setiap hari 30 menit, itu ngaruh banget di aku,” kata Isa.
Setelah bangun tidur, Isa mengawali hari dengan minum air putih lalu melanjutkan puasa hingga siang hari. Ia baru mulai makan sekitar pukul 12.00 dengan porsi secukupnya dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi.
Menu makan siangnya tetap mencakup nasi, disertai lauk dan sayur. Pada pukul 13.00, ia mengonsumsi camilan ringan berupa buah dan makanan rendah kalori. Sepanjang hari, ia menjaga asupan air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Isa juga menyempatkan tidur siang untuk membantu menjaga metabolisme tubuh. Waktu makan berikutnya dilakukan sekitar pukul 18.00 dengan porsi nasi yang lebih sedikit, ditambah protein dan sayuran. Jika masih merasa lapar, ia memilih buah sebagai alternatif.
Selain pola makan, kualitas tidur menjadi perhatian utama dalam perjalanan dietnya. Isa menghindari begadang dan berusaha menjaga jam tidur tetap teratur setiap hari.
“Tidak boleh begadang, kualitas tidur harus teratur, jangan lupa sebelum tidur juga minum air putih. Aku sehari minum 2 liter air putih,” jelasnya.
Menurut Isa, tantangan terbesar selama diet adalah godaan makanan tinggi tepung dan gula, terutama saat melihat orang-orang di sekitarnya menikmati gorengan atau makanan manis. Meski demikian, ia tetap memberi ruang untuk satu hari cheating day dalam seminggu agar tidak merasa tertekan.
“Ada waktunya bosan menjalani diet, tapi aku selalu balik lagi ke tujuan awal,” tuturnya.
Dukungan keluarga juga berperan penting dalam keberhasilannya. Selama menjalani diet, orang tuanya ikut membantu mengontrol asupan makanan dan menjaga konsistensinya. Perubahan gaya hidup yang dijalani secara bertahap ini akhirnya membawa hasil nyata tanpa harus melakukan diet ekstrem.
Referensi:
Detik Health
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran...
Kamera ponsel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi sorotan publik setelah terlihat ditutup menggunakan selotip. Momen tersebut terekam dalam sebuah...