Long Weekend Picu Kepadatan Jalur Puncak, One Way Diterapkan Sejak Pagi
Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026. Lonjakan arus kendaraan...
Read more
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah mempersiapkan aksi korporasi besar berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai sekitar USD 1,84 miliar atau setara Rp 30,4 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.569 per dolar AS).
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi lanjutan yang dirancang untuk memperbaiki posisi keuangan dan memperkuat struktur permodalan maskapai pelat merah tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/10/2025), rencana penambahan modal Garuda Indonesia akan dilakukan melalui dua skema:
Setoran tunai
Konversi pinjaman pemegang saham oleh PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM, yang merupakan pemegang saham utama perseroan.
Menurut laporan tersebut, PMTHMETD ini bertujuan untuk memperbaiki nilai ekuitas dan likuiditas, sekaligus mengurangi liabilitas secara konsolidasi. Dampaknya diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha Garuda Indonesia di masa mendatang.
Dana hasil penambahan modal akan dialokasikan ke beberapa kebutuhan strategis perusahaan. Berikut distribusinya:
29% untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Garuda Indonesia
37% untuk peningkatan modal Citilink
22% untuk ekspansi armada
12% untuk pembayaran utang pembelian bahan bakar Citilink kepada Pertamina periode 2019–2021
Dengan alokasi tersebut, manajemen berharap mampu mendorong efisiensi operasional, memperkuat anak usaha, dan menjaga hubungan baik dengan penyedia bahan bakar nasional.
Suntikan modal ini diperkirakan akan membawa perubahan signifikan pada struktur keuangan Garuda Indonesia. Setelah transaksi selesai, total ekuitas perseroan diproyeksikan berbalik positif menjadi sekitar USD 349,9 juta, dari sebelumnya negatif USD 1,49 miliar per 30 Juni 2025.
Tidak hanya itu, rasio lancar (current ratio) diperkirakan meningkat dari 0,44x menjadi 1,53x, dan debt-to-equity ratio akan membaik ke level 21,74 kali.
Ini menunjukkan bahwa dengan tambahan modal, Garuda Indonesia akan memiliki likuiditas yang lebih sehat dan risiko keuangan yang lebih rendah dalam operasionalnya.
Aksi korporasi ini rencananya akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 12 November 2025 di Tangerang.
Pasca pelaksanaan PMTHMETD, porsi kepemilikan publik akan terdilusi dari 27,46% menjadi sekitar 5,03%, karena sebagian besar saham baru akan diambil alih oleh DAM sebagai pihak penyetor modal.
Menurut informasi dalam laporan yang dikutip dari keterbukaan BEI, program penambahan modal ini telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Menteri BUMN telah memberikan persetujuan melalui Surat No. S-373/MBU/06/2025, dan langkah tersebut juga telah mendapat restu Presiden dalam Surat B-299/M/D-1/HK.02.02/06/2025.
DAM juga disebut telah menyatakan komitmennya untuk mendukung restrukturisasi dan kelangsungan bisnis Garuda Indonesia ke depan.
Tambahan modal sebesar Rp 30 triliun ini menjadi bagian penting dari program penyehatan jangka panjang Garuda Indonesia, yang selama beberapa tahun terakhir tengah berjuang keluar dari tekanan finansial akibat pandemi, utang besar, serta ketatnya persaingan industri penerbangan.
Melalui restrukturisasi ini, Garuda Indonesia berharap dapat:
Memperbaiki kepercayaan pasar dan investor
Meningkatkan efisiensi operasional
Memperluas jangkauan penerbangan
Mengoptimalkan aset dan anak perusahaan, termasuk Citilink
Dampak dari PMTHMETD ini tentu akan dirasakan oleh pemegang saham publik. Setelah transaksi, proporsi saham publik akan mengalami dilusi signifikan, dari hampir sepertiga menjadi hanya sekitar lima persen.
Meski begitu, manajemen menyatakan bahwa seluruh pelaksanaan transaksi ini telah dirancang secara wajar, serta telah memenuhi ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak Garuda Indonesia juga menegaskan bahwa tidak ada benturan kepentingan dalam proses ini.
Restrukturisasi ini tidak hanya menyangkut aspek keuangan, tetapi juga menyasar pada transformasi bisnis secara menyeluruh. Garuda Indonesia akan fokus pada:
Penyusunan ulang rute dan frekuensi penerbangan
Modernisasi armada
Optimalisasi operasional Citilink
Negosiasi ulang kontrak-kontrak lama yang membebani keuangan
Langkah-langkah ini ditujukan untuk menciptakan model bisnis yang lebih ramping, efisien, dan berkelanjutan, sehingga Garuda bisa kembali bersaing secara sehat di pasar penerbangan nasional dan internasional.
Referensi: Liputan6
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Barcelona kembali menunjukkan ambisinya mempertahankan dominasi di sepak bola Spanyol dan Eropa dengan mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Klub...
Seri ketujuh MotoGP 2026 akan berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Mugello, Italia. Para penggemar balap motor dunia kembali disuguhkan...