Pencuri Mobil Kaget Temukan Balita di Dalam Mobil, Putar Balik dan Tegur Sang Ibu
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Read more
Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan akan melakukan kajian terkait kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM) satu pintu melalui PT Pertamina (Persero). Langkah ini diambil setelah muncul kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta.
Kekosongan stok BBM di SPBU swasta semakin mencuat dalam beberapa hari terakhir. Beberapa pemilik SPBU mengeluhkan bahwa suplai tidak stabil, sementara masyarakat mendapati antrean panjang dan SPBU yang kehabisan stok BBM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa kelangkaan ini juga menjadi salah satu alasan pemerintah mempertimbangkan kebijakan impor satu pintu.
Menurut Kepala KSP, Muhammad Qodari, kebijakan impor satu pintu dimaksudkan agar proses impor BBM bisa lebih terkoordinasi dan terpusat melalui Pertamina. Dengan begitu, diharapkan bisa meminimalisir ketidakmerataan stok antar SPBU, terutama milik swasta.
Impor BBM satu pintu berarti bahwa semua atau sebagian impor bahan bakar oleh SPBU swasta harus melalui satu entitas resmi, dalam hal ini Pertamina. Tujuannya adalah agar pengadaan BBM menjadi lebih terkendali, baik dari segi volume, harga, maupun distribusi.
Selain itu, importasi melalui satu pintu juga dapat memungkinkan pemerintah untuk mengatur standar aditif, kualitas BBM, serta regulasi keamanan distribusinya. KSP menyebut kajian ini masih tahap awal, memilih data dan masukan dari pihak SPBU swasta, Pertamina, hingga Kementerian ESDM.
Dukungan
Pemerintah menilai bahwa impor satu pintu bisa menyederhanakan rantai distribusi sehingga mengurangi kemungkinan stok habis di SPBU tertentu.
Dengan pusat impor, ada potensi efisiensi dalam pembelian volume besar yang bisa menekan biaya impor dan mempengaruhi harga pokok BBM.
Keberatan
Beberapa SPBU swasta menyebut bahwa jika tidak bisa impor langsung, mereka akan bergantung sepenuhnya pada Pertamina. Jika harga impor satu pintu tidak kompetitif, margin mereka bisa terdampak negatif.
Pengusaha juga khawatir regulasi satu pintu bisa menghambat fleksibilitas mereka dalam memilih sumber impor yang lebih murah dan efisien.
Terdapat kekhawatiran terhadap monopoli pasokan jika hanya satu entitas yang dikendalikan penuh untuk impor, terutama terhadap aspek keadilan dan persaingan di sektor BBM hilir.
KSP melalui Muhammad Qodari menyebutkan bahwa kajian akan memasukkan masukan dari berbagai pihak termasuk SPBU swasta.
Pemerintah akan mengevaluasi data kebutuhan, kuota impor, standar kualitas, dan aditif BBM. Jika perlu, akan dibuat regulasi tambahan untuk menjamin bahwa stok dan distribusi bisa terpenuhi secara merata.
Selama proses transisi, pihak ESDM meminta agar SPBU swasta tetap berkolaborasi dengan Pertamina jika mengalami kekurangan stok.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Jagat teknologi kembali diramaikan oleh beredarnya foto yang diklaim sebagai bocoran iPhone 18. Gambar tersebut memperlihatkan kemasan perangkat dengan desain...