Bayangkan anak-anak generasi Alpha suatu hari bikin janji kerja bukan di gedung kantor, melainkan dari orbit antariksa—Sam Altman, bos OpenAI, menyebut ini bukan sekadar khayalan. Dalam podcast Huge Conversations, ia membayangkan bahwa pada tahun 2035, lulusan baru bisa langsung ‘meluncur’ ke pekerjaan keren semacam eksplorasi asteroid atau misi ruang angkasa berbayar—dimana AI jadi bagian penting dari pekerjaan mereka.
Menurut Altman, masa depan karier generasi muda itu luar biasa: mereka bisa punya pilihan pekerjaan yang “ekstrem, super bergaji, dan benar-benar berhubungan dengan luar angkasa”. Ini berbalik total dari struktur pekerjaan tradisional dan membuka diskusi besar soal visi hidup masa depan.
Pandangan ini mencerminkan optimisme besar tentang potensi AI mengubah tatanan hidup dan kerja—tapi tentu bukan tanpa ‘tukang saran’. CEO Anthropic, Dario Amodei, memberi peringatan keras bahwa sampai 50% pekerjaan level entry-level bisa hilang dalam lima tahun, mengkhawatirkan risiko massal kehilangan pekerjaan jika tak ada tindakan perlindungan dan pelatihan ulang.
Lalu, bagaimana nasib remaja atau Gen Z yang baru memulai karier sekarang? Altman mengatakan dia justru merasa kasihan pada generasi X, yang mungkin lebih sulit beradaptasi—sementara bagi Gen Z, ini adalah kesempatan terbaik untuk memanfaatkan AI sebagai alat produktivitas dan inovasi.