Serangan AS-Israel ke Iran Berlanjut, Analis Nilai Trump Kehilangan Arah
Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran masih terus berlangsung. Di tengah eskalasi konflik tersebut, sejumlah analis politik...
Read more
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya berhasil menewaskan sejumlah kandidat potensial pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan bersama Israel.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu 1 Maret, Trump menyatakan operasi militer tersebut tidak hanya menargetkan Khamenei, tetapi juga figur-figur yang diperkirakan akan menggantikannya.
“Serangan itu begitu berhasil hingga menyingkirkan sebagian besar kandidat pemimpin Iran,” kata Trump kepada jurnalis Jonathan Karl.
Ia menambahkan bahwa para calon penerus yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh Amerika Serikat juga ikut tewas dalam serangan tersebut. “Yang akan menggantikan bukanlah orang-orang yang sebelumnya kami perkirakan, karena mereka semua sudah tewas. Kandidat urutan kedua atau ketiga pun sudah tewas,” ujarnya seperti dikutip media internasional.
Pernyataan itu muncul di tengah ketidakpastian soal bagaimana proses transisi kekuasaan di Iran akan berlangsung setelah kematian Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu 28 Februari.
Sebelumnya, Trump sempat menyebut telah mengantongi tiga nama yang dinilai berpotensi menjadi pengganti Khamenei. Namun, ia menolak membeberkan identitas mereka ke publik.
“Saya tidak akan menyebutkan namanya. Mari kita selesaikan ini dulu,” kata Trump dalam wawancara dengan New York Times yang dikutip AFP pada Senin 1 Maret.
Dalam wawancara yang sama dengan ABC News, Trump juga memamerkan keberhasilan operasi yang menewaskan Khamenei. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari sikap tegasnya terhadap Iran.
“Saya menghabisinya sebelum dia menghabisi saya. Mereka mencoba dua kali. Nah, saya lebih dulu,” ucap Trump.
Trump merujuk pada dugaan rencana pembunuhan terhadap dirinya yang disebut melibatkan pihak Iran. Pada 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan federal terkait rencana yang berhasil digagalkan untuk membunuh Trump sebelum pemilihan presiden.
Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang pejabat Iran disebut meminta tersangka bernama Farhad Shakeri untuk melakukan pengintaian dan merencanakan pembunuhan terhadap Trump.
Klaim terbaru Trump mengenai tewasnya para kandidat pengganti Khamenei semakin memperuncing ketegangan antara Washington dan Teheran. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran terkait klaim bahwa para calon penerus pemimpin tertinggi ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Situasi ini menambah kompleksitas dinamika politik di Iran, terutama terkait mekanisme suksesi kepemimpinan tertinggi yang selama ini menjadi pilar utama sistem pemerintahan negara tersebut.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya berhasil menewaskan sejumlah kandidat potensial pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei,...
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang wanita disabilitas di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah videonya...