Negara-negara Teluk mengambil sikap tegas menyusul meningkatnya ketegangan dengan Iran. Enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council menyatakan siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan kawasan, termasuk opsi membalas agresi jika dibutuhkan.
Pertemuan digelar melalui video conference pada Minggu 1 Maret waktu setempat. Para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait membahas dampak serangan balasan Iran yang menyasar berbagai target di kawasan Teluk.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Al Arabiya dan AFP, para menteri “meninjau kerusakan luas yang diakibatkan oleh serangan Iran yang berbahaya” serta membicarakan langkah-langkah konkret untuk memulihkan stabilitas regional.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara Teluk menegaskan komitmen mereka. “Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk kami, termasuk opsi untuk merespons agresi,” demikian isi pernyataan tersebut.
Mereka juga menyerukan penghentian segera seluruh serangan. Stabilitas kawasan Teluk, menurut pernyataan itu, bukan hanya isu regional, tetapi merupakan pilar penting bagi stabilitas ekonomi global.
Latar Belakang Serangan dan Klaim AS
Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Teluk. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan gabungan itu dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS Donald Trump mengklaim sebanyak 48 pemimpin Iran tewas dalam satu operasi tersebut.
“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump dalam wawancara dengan media AS Fox News, seperti dilansir AFP.
Trump menyebut operasi militer yang dimulai pada Sabtu 28 Februari itu sebagai kesuksesan besar. Ia menegaskan tujuan utama operasi tersebut adalah menyingkirkan kepemimpinan Iran dan melumpuhkan kekuatan militernya.
Menurut Trump, situasi pasca serangan berkembang sangat positif. “Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,” ujarnya dalam wawancara terpisah dengan CNBC.
Sementara itu, negara-negara Teluk kini berada dalam posisi siaga tinggi. Dengan meningkatnya eskalasi konflik, sikap kompak GCC menjadi sinyal kuat bahwa kawasan tersebut tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas mereka.
Referensi:
Detik