Pepes Ikan Bumbu Merah Kemangi Pedas Harum yang Bikin Nambah Nasi
Ada masanya kita bosan dengan lauk goreng atau menu bersantan yang terasa berat, apalagi di akhir bulan ketika ingin makan...
Read more
Kalau ada satu masakan Indonesia yang selalu bikin kangen kampung halaman sekaligus dielu-elukan dunia, jawabannya pasti Rendang Padang. Hidangan khas Minangkabau ini bukan sekadar lauk untuk nasi hangat, tapi juga warisan budaya kuliner yang kaya makna.
Bayangkan potongan daging sapi yang empuk, dimasak perlahan bersama santan kental, puluhan rempah Nusantara, hingga menghasilkan kuah pekat berwarna hitam kecokelatan. Aromanya harum, rasanya kompleks: gurih, pedas, manis tipis, dan kaya lapisan rasa.
Tak heran kalau CNN pernah menobatkan rendang sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Di balik kelezatan itu, ada proses memasak yang panjang, penuh kesabaran, dan teknik turun-temurun. Nah, kabar baiknya, kamu bisa membuat rendang Padang hitam asli di rumah dengan resep otentik berikut ini.
1 kg daging sapi tanpa lemak dan serat
3–4 butir kelapa parut (untuk santan)
4 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit (diikat)
3 batang serai (dimemarkan)
1 buah asam kandis
2 sdt garam
200 gr kelapa sangrai (digiling halus)
3 sdm ketumbar
2 sdm lada/merica
3 bunga lawang
3 kapulaga
2 sdt jinten
1–2 buah pala
1 ruas kayu manis
1 sdt cengkeh (±6 biji)
Campurkan semua rempah ini dengan kelapa sangrai yang sudah dihaluskan. Kombinasi ini menghasilkan bumbu rendang yang pekat dan khas.
250 gr cabai merah
100 gr bawang merah
100 gr bawang putih
20 gr lengkuas
20 gr jahe
20 gr kunyit
3 butir kemiri
Peras kelapa parut tanpa air untuk menghasilkan santan kental.
Peras ulang dengan menambahkan air sebanyak tiga kali untuk menghasilkan santan cair.
Pisahkan, jangan dicampur, karena santan kental dan santan cair punya peran berbeda dalam proses memasak rendang.
Panaskan 4 sdm minyak sayur.
Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
Masukkan daun jeruk, daun kunyit, serai, serta bumbu rempah sangrai. Aduk rata.
Tuang santan cair ke dalam tumisan bumbu.
Aduk terus hingga mendidih agar santan tidak pecah.
Masak sampai santan mengeluarkan minyak, tanda bumbu mulai matang.
Tambahkan potongan daging sapi ukuran sekitar 3 cm.
Aduk perlahan agar tidak hancur, biarkan bumbu meresap sempurna.
Masak dengan api sedang hingga kuah mulai menyusut.
Tambahkan santan kental secara bertahap.
Masak perlahan dengan api kecil. Sesekali aduk agar bumbu tidak gosong.
Biarkan hingga kuah mengental, berminyak, dan berwarna cokelat kehitaman.
Teruskan memasak hingga daging empuk dan kuah benar-benar kering.
Hasil akhirnya adalah rendang Padang hitam asli yang kaya rasa, tahan lama, dan semakin enak jika disimpan beberapa hari.
Banyak orang gagal membuat rendang karena santannya pecah atau dagingnya keras. Berikut beberapa rahasia dapur Minang:
Gunakan santan segar dari kelapa parut, jangan santan instan, agar rasa lebih gurih.
Aduk santan terus-menerus di awal supaya tidak pecah.
Pakai api kecil setelah santan mulai mengeluarkan minyak agar bumbu matang sempurna.
Gunakan daging bagian paha karena lebih empuk setelah dimasak lama.
Simpan rendang semalaman sebelum disajikan, karena rasanya akan semakin kaya dan bumbunya meresap.
Meski rendang klasik selalu juara, kamu juga bisa bereksperimen dengan variasi berikut:
Rendang Ayam atau Rendang Bebek – lebih ringan tapi tetap kaya rempah.
Rendang Jengkol – khas Minang, cocok untuk pecinta cita rasa unik.
Rendang Daun Singkong – hemat dan praktis, tapi tetap sedap disantap.
Rendang Balado – tambahkan cabai giling kasar untuk rasa pedas menggigit.
Rendang Modern – gunakan teknik slow cooker agar lebih praktis.
Meski sering dianggap makanan berat, rendang punya beberapa manfaat bila dikonsumsi dengan porsi wajar:
Daging sapi kaya protein untuk membangun otot.
Santan mengandung lemak sehat dan energi tinggi.
Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan lengkuas punya khasiat antioksidan dan antiinflamasi.
Jinten, ketumbar, dan kayu manis membantu pencernaan.
Jadi, selain enak, rendang juga memberi nutrisi penting untuk tubuh.
1. Apa bedanya rendang basah dan rendang kering?
Rendang basah masih menyisakan kuah kental, biasanya disebut kalio. Sementara rendang kering dimasak lebih lama hingga kuah habis dan bumbu menempel sempurna di daging.
2. Kenapa rendang asli warnanya hitam pekat?
Itu karena proses memasak lama dengan santan dan rempah yang terus menyusut hingga menghasilkan karamelisasi alami.
3. Berapa lama rendang bisa bertahan?
Rendang kering bisa bertahan hingga 3–4 minggu di suhu ruang, bahkan lebih lama jika disimpan di lemari es.
4. Bisa nggak pakai santan instan?
Bisa, tapi hasil rasa dan aroma tidak seotentik santan segar. Jika terpaksa, pilih santan instan yang tanpa pengawet.
5. Apa rendang selalu pakai daging sapi?
Tidak selalu. Di Sumatra Barat, ada juga rendang ayam, bebek, telur, hingga jengkol.
Membuat rendang memang butuh kesabaran, tapi hasilnya tidak pernah mengecewakan. Proses panjang justru membuat cita rasa rendang semakin kaya dan tahan lama.
Dengan resep otentik ini, kamu bisa menghadirkan rendang Padang hitam asli di rumah, lengkap dengan bumbu rempah pekat, daging empuk, dan aroma yang bikin lapar sejak di dapur.
Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya memasak rendang khas Minang dan rasakan sensasi kuliner Nusantara yang sudah mendunia. Siap-siap, keluarga pasti minta nambah nasi!
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginan agar seluruh atap bangunan di Indonesia ke depan menggunakan genteng, bukan lagi seng. Gagasan tersebut...
Terminal listrik atau stop kontak bertingkat memang praktis. Dalam satu colokan, pengguna bisa menyambungkan beberapa perangkat elektronik sekaligus. Namun, di...