Resep Mie Ayam Rumahan ala Jawa yang Gampang Dibuat, Lengkap dengan Topping Ayam Kecap
Mie ayam menjadi salah satu hidangan favorit yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Sajian berupa mie telur dengan topping...
Read more
Sayur asem merupakan salah satu hidangan berkuah khas Indonesia yang banyak disukai karena rasa asam segarnya. Masakan ini terdiri atas aneka sayuran seperti jagung manis, labu siam, kacang panjang, melinjo, dan daun melinjo. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan kuah yang ringan, tetapi tetap kaya rasa.
Ciri khas sayur asem bisa berbeda di setiap daerah. Sayur asem Sunda dikenal dengan perpaduan rasa asam, manis, sedikit pedas, serta aroma terasi yang khas. Sementara itu, sayur asem Jawa umumnya memiliki kuah lebih bening dengan rasa asam gurih. Ada pula variasi sayur asem tetelan sapi yang menggunakan kaldu daging sehingga kuahnya terasa lebih kaya.
Bahan sayuran untuk sayur asem cukup fleksibel. Selain labu siam dan kacang panjang, beberapa resep juga menggunakan pepaya muda, jagung, kacang tanah, nangka muda, serta buah melinjo. Kombinasi sayuran ini memberikan tekstur dan rasa yang berbeda dalam satu mangkuk.
Sayur asem cocok disajikan sebagai menu makan siang maupun makan malam. Kuah segarnya pas dipadukan dengan nasi putih hangat, ikan asin, tahu, tempe goreng, ayam goreng, atau sambal. Untuk yang ingin membuat menu lebih berkaldu, potongan tetelan sapi bisa ditambahkan sebagai variasi.
Berikut tiga resep sayur asem yang bisa dicoba di rumah. Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan, sementara proses memasaknya dapat disesuaikan dengan jenis sayuran dan tingkat keempukan yang diinginkan.
Sayur asem adalah masakan berkuah yang mengandalkan rasa asam sebagai karakter utamanya. Rasa tersebut dapat berasal dari asam jawa, asam muda, atau belimbing sayur, tergantung resep dan kebiasaan daerah. Bahan asam dipadukan dengan bumbu serta sayuran sehingga menghasilkan kuah yang segar.
Salah satu ciri menarik sayur asem adalah penggunaan beberapa jenis sayuran sekaligus. Jagung manis memberikan rasa manis alami, labu siam memiliki tekstur lembut, kacang panjang memberi sensasi sedikit renyah, sedangkan melinjo dan daun melinjo menambah karakter khas.
Di beberapa daerah, bumbu sayur asem juga menggunakan terasi. Bahan ini menghadirkan aroma dan rasa gurih yang lebih kuat. Namun, ada pula versi yang tidak memakai terasi sehingga kuahnya terasa lebih ringan dan bening.
Sayur asem bisa dimasak dengan tambahan protein seperti tetelan sapi. Daging dan lemak tetelan memberikan rasa kaldu yang lebih kaya, sehingga kuah tidak hanya mengandalkan bumbu sayuran. Bahan tambahan tersebut membuat hidangan lebih mengenyangkan dan cocok menjadi menu utama.
Sayur asem Sunda memiliki karakter kuah yang segar dengan perpaduan rasa asam, manis, gurih, dan sedikit pedas. Bumbu halusnya menggunakan cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serta terasi goreng. Penggunaan terasi membuat aroma kuah lebih kuat dan khas.
Isi sayurannya cukup beragam, mulai dari labu siam, jagung manis, kacang panjang, buah melinjo, kacang tanah, hingga daun melinjo muda. Asam muda segar digunakan untuk menghasilkan rasa asam alami yang menyatu dengan kuah.
Informasi resep:
Bahan utama:
Bumbu halus:
1. Siapkan seluruh sayuran
Kupas labu siam, kemudian potong berbentuk dadu. Potong jagung manis menjadi beberapa bagian, sedangkan kacang panjang dipotong sekitar 3 cm. Siapkan buah melinjo, kacang tanah kupas, dan daun melinjo muda.
Cuci seluruh sayuran menggunakan air mengalir. Pisahkan bahan yang membutuhkan waktu memasak lebih lama dari daun yang cepat matang.
2. Haluskan bumbu
Masukkan cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, dan terasi goreng ke dalam cobek. Ulek sampai halus.
Bumbu bisa dihaluskan menggunakan blender jika ingin proses lebih praktis. Pastikan teksturnya cukup lembut agar mudah tercampur dengan kuah.
3. Rebus sayuran yang lebih keras
Didihkan air secukupnya di dalam panci. Masukkan labu siam, jagung manis, dan kacang tanah. Rebus hingga bahan mulai empuk.
Sayuran tersebut dimasukkan lebih dahulu karena membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dibandingkan daun melinjo dan kacang panjang. Jika jagung dipotong cukup besar, waktu perebusannya mungkin perlu ditambah.
4. Tambahkan daun salam, lengkuas, dan bumbu halus
Masukkan daun salam, lengkuas yang sudah dimemarkan, serta bumbu halus ke dalam panci. Aduk sampai bumbu tercampur dengan kuah.
Masak hingga aroma bumbu keluar. Gunakan api sedang agar kuah mendidih secara stabil dan bumbu menyatu dengan sayuran.
5. Masukkan asam muda
Tambahkan empat buah asam muda segar. Rebus sampai asam melunak, kemudian angkat dan letakkan dalam wadah kecil.
Tekan atau remas asam muda untuk mengeluarkan sarinya. Setelah itu, tuangkan sari asam ke dalam rebusan sayur. Aduk hingga rasa asam menyebar merata.
6. Masukkan kacang panjang dan daun melinjo
Tambahkan kacang panjang dan daun melinjo muda. Aduk perlahan dan masak hingga seluruh sayuran matang.
Jangan memasak daun melinjo terlalu lama agar teksturnya tidak terlalu lembek. Cicipi kuah dan sesuaikan rasa asin serta manisnya.
7. Angkat dan sajikan
Setelah semua sayuran matang dan kuah terasa segar, matikan api. Pindahkan sayur asem Sunda ke mangkuk saji.
Sajikan hangat bersama nasi putih, ikan asin, tahu goreng, tempe, atau ayam goreng.
Sayur asem Sunda paling nikmat dinikmati dengan lauk goreng yang gurih. Rasa asam dan segar dari kuahnya membantu menyeimbangkan hidangan utama yang digoreng.
Sayur asem Jawa memiliki kuah yang cenderung lebih bening karena tidak menggunakan terasi dalam bumbu. Rasa utamanya adalah asam dan gurih, dengan aroma bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, serta daun salam.
Isi sayurannya terdiri atas jagung manis, melinjo muda, labu siam, kacang panjang, dan daun melinjo. Asam muda direbus secara terpisah, kemudian air sarinya digunakan untuk memberikan rasa asam pada kuah.
Informasi resep:
Bahan utama:
Bumbu halus:
1. Bersihkan dan potong sayuran
Potong jagung manis menjadi beberapa bagian. Siapkan buah melinjo muda, labu siam yang sudah dikupas dan dipotong, kacang panjang, serta daun melinjo muda.
Cuci seluruh sayuran sampai bersih. Tiriskan dan pisahkan daun melinjo dari bahan yang membutuhkan waktu memasak lebih lama.
2. Rebus jagung dan melinjo
Didihkan air secukupnya di dalam panci. Masukkan potongan jagung dan buah melinjo muda, kemudian rebus hingga mulai lunak.
Kedua bahan tersebut membutuhkan waktu memasak lebih lama dibandingkan daun melinjo. Karena itu, sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu supaya teksturnya tidak masih keras ketika sayur disajikan.
3. Rebus asam muda secara terpisah
Siapkan panci kecil, lalu masukkan tiga buah asam muda dan sedikit air. Rebus sampai asam melunak.
Angkat dan letakkan dalam wadah. Remas-remas asam sampai sarinya keluar, kemudian saring. Gunakan sekitar 100 ml air sari asam sesuai petunjuk resep.
4. Haluskan bumbu
Ulek bawang merah, bawang putih, kemiri, dan garam sampai halus. Jika ingin lebih praktis, bumbu dapat dihaluskan menggunakan blender.
Pastikan kemiri tercampur merata agar kuah memiliki rasa gurih. Tidak perlu menggunakan terasi karena karakter sayur asem Jawa pada resep ini mengandalkan rasa bawang dan kemiri.
5. Masukkan bumbu dan rempah aromatik
Tambahkan bumbu halus ke dalam rebusan jagung dan melinjo. Masukkan pula lengkuas yang sudah dimemarkan serta daun salam.
Aduk sampai bumbu tercampur. Rebus kembali hingga aroma bawang, kemiri, dan daun salam keluar.
6. Tambahkan labu siam dan kacang panjang
Masukkan potongan labu siam dan kacang panjang ke dalam panci. Masak sampai keduanya mulai lunak.
Aduk perlahan agar sayuran matang merata. Jika kuah berkurang terlalu banyak, tambahkan air panas secukupnya.
7. Masukkan daun melinjo dan air asam
Tambahkan daun melinjo muda dan air sari asam sekitar 100 ml. Aduk hingga tercampur, kemudian didihkan kembali.
Masak sebentar sampai daun melinjo layu. Cicipi kuah untuk memastikan rasa asam dan gurihnya seimbang. Jika rasa asam dirasa terlalu kuat, penyesuaian bisa dilakukan dengan menambahkan sedikit air.
8. Angkat dan sajikan
Setelah seluruh sayuran matang dan rasa kuah sesuai selera, matikan api. Tuangkan sayur asem Jawa ke mangkuk saji.
Sajikan hangat bersama nasi putih, ikan goreng, tahu, tempe, atau lauk sederhana lainnya.
Sayur asem Jawa cocok disajikan bersama ikan asin, ayam goreng, tempe, dan sambal. Kuahnya yang asam gurih memberikan kesegaran ketika disantap bersama nasi hangat.
Bagi yang ingin menikmati sayur asem dengan kuah lebih kaya rasa, tambahan tetelan sapi bisa menjadi pilihan. Tetelan menghasilkan kaldu alami yang membuat kuah terasa lebih gurih. Lemak yang terdapat pada tetelan juga memberikan karakter rasa tersendiri.
Sayur asem tetelan menggunakan kombinasi jagung manis, kacang tanah, labu siam, dan kacang panjang. Bumbunya dibuat lebih kuat dengan cabai merah keriting, cabai rawit, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan terasi goreng.
Gula merah digunakan untuk memberikan sentuhan manis yang menyeimbangkan rasa asam dari air asam jawa muda. Hasilnya adalah sayur asem dengan cita rasa asam, gurih, manis, dan pedas.
Informasi resep:
Bahan utama:
Bumbu halus:
1. Bersihkan dan potong tetelan
Siapkan tetelan sapi, kemudian potong menjadi bagian kecil agar lebih mudah matang dan disantap. Bersihkan dari kotoran yang menempel, lalu tiriskan.
Pilih tetelan yang masih segar dan memiliki komposisi daging serta lemak sesuai selera. Potongan yang lebih kecil membantu proses perebusan berlangsung lebih merata.
2. Rebus tetelan sampai lunak
Masukkan tetelan ke dalam panci berisi dua liter air. Rebus sampai daging mulai lunak dan kaldunya tersisa sekitar 1,5 liter.
Selama perebusan, angkat buih yang muncul di permukaan kuah agar kaldu terlihat lebih bersih. Gunakan api kecil hingga sedang dan pastikan tetelan matang serta cukup empuk sebelum sayuran dimasukkan.
3. Siapkan sayuran
Potong jagung manis menjadi beberapa bagian. Kupas labu siam, buang bijinya, lalu potong-potong. Potong kacang panjang sesuai ukuran yang diinginkan.
Cuci seluruh sayuran dan tiriskan. Siapkan pula kacang tanah serta bahan lainnya.
4. Haluskan bumbu
Masukkan cabai merah keriting, cabai rawit merah, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan terasi goreng ke dalam cobek.
Ulek sampai seluruh bahan halus dan tercampur. Jika menggunakan blender, tambahkan sedikit minyak agar bumbu lebih mudah dihaluskan.
5. Goreng bumbu halus
Panaskan sedikit minyak dalam wajan, kemudian masukkan bumbu yang telah dihaluskan. Tumis sampai harum dan matang.
Langkah ini mengikuti petunjuk resep yang menggunakan bumbu halus goreng sebelum dicampurkan ke dalam rebusan. Pastikan bumbu tidak gosong agar rasanya tetap gurih dan aromatik.
6. Masukkan daun salam, lengkuas, jagung, dan kacang tanah
Tambahkan daun salam dan lengkuas yang sudah dimemarkan ke dalam rebusan tetelan. Masukkan pula jagung manis dan kacang tanah.
Masak sampai jagung dan kacang tanah mulai lunak. Aduk perlahan agar seluruh bahan terendam kaldu.
7. Masukkan bumbu halus yang sudah ditumis
Tuangkan tumisan bumbu ke dalam panci berisi tetelan dan sayuran. Aduk hingga bumbu menyatu dengan kaldu.
Biarkan kuah mendidih perlahan agar rasa cabai, bawang, kemiri, dan terasi menyebar. Aroma gurih dari tetelan akan berpadu dengan bumbu tersebut.
8. Tambahkan labu siam dan kacang panjang
Masukkan potongan labu siam dan kacang panjang. Masak sampai sayuran mulai lunak.
Labu siam dan kacang panjang sebaiknya tidak dimasukkan terlalu awal agar teksturnya tidak terlalu hancur ketika tetelan selesai dimasak.
9. Beri gula merah, garam, dan air asam
Tambahkan gula merah sebanyak 20 gram dan garam dua sendok teh. Tuangkan 100 ml air asam jawa muda.
Aduk sampai seluruh bahan tercampur. Masak hingga sayuran matang dan bumbu meresap ke dalam kuah. Cicipi rasa sebelum api dimatikan. Sesuaikan bila diperlukan, terutama jika air asam yang digunakan memiliki tingkat keasaman berbeda.
10. Angkat dan sajikan
Setelah tetelan lunak dan sayuran matang, matikan api. Pindahkan sayur asem tetelan ke mangkuk besar bersama kuahnya.
Sajikan selagi hangat dengan nasi putih, sambal, dan lauk pelengkap sesuai selera.
Rasa segar menjadi daya tarik utama sayur asem. Namun, komposisi bahan dan urutan memasukkan sayuran perlu diperhatikan supaya kuah tidak terlalu asam dan tekstur sayuran tetap enak.
Gunakan jagung manis dengan biji yang masih padat, labu siam yang tidak terlalu tua, kacang panjang yang masih renyah, serta daun melinjo yang tidak layu.
Sayuran segar akan memberikan tekstur dan rasa lebih baik. Hindari menggunakan bahan yang sudah berlendir, berbau tidak normal, atau memiliki bagian busuk.
Jagung, buah melinjo, dan kacang tanah memerlukan waktu memasak lebih lama dibandingkan daun melinjo atau kacang panjang.
Karena itu, masukkan bahan yang lebih keras terlebih dahulu. Setelah mulai empuk, baru tambahkan sayuran yang lebih lunak. Teknik ini membantu seluruh bahan matang tanpa membuat daun terlalu lembek.
Asam muda dan air asam jawa memiliki tingkat keasaman yang dapat berbeda. Jika ingin rasa lebih ringan, masukkan sari asam secara bertahap sambil mencicipi kuah.
Jangan langsung menambahkan asam dalam jumlah berlebihan. Lebih mudah menambah rasa asam daripada menyeimbangkan kuah yang sudah terlampau asam.
Gula pasir atau gula merah dapat digunakan untuk menyeimbangkan rasa asam. Sayur asem Sunda menggunakan gula pasir, sedangkan versi tetelan memakai gula merah.
Penambahan gula tidak dimaksudkan membuat kuah menjadi manis seperti minuman. Gunakan secukupnya agar rasa asam, gurih, dan pedas tetap seimbang.
Pada sayur asem Sunda dan sayur asem tetelan, terasi memberikan aroma gurih yang khas. Sebaiknya gunakan terasi yang sudah digoreng atau dipanggang terlebih dahulu.
Terasi mentah yang langsung dimasukkan ke kuah dapat menghasilkan aroma yang kurang sedap. Pengolahan awal membantu mengeluarkan aromanya sebelum dicampurkan ke bumbu.
Daun melinjo memiliki tekstur lebih lembut dibandingkan jagung dan buah melinjo. Masukkan menjelang akhir agar tidak terlalu lembek.
Hal yang sama berlaku untuk kacang panjang. Masak sampai matang, tetapi tetap pertahankan teksturnya agar sayur asem terasa lebih nikmat.
Untuk variasi tetelan sapi, perebusan daging menjadi tahap penting. Rebus sampai daging cukup lunak dan kuah kaldu memiliki rasa gurih.
Angkat buih yang muncul selama proses perebusan agar kuah lebih bersih. Jangan terburu-buru memasukkan semua sayuran sebelum tetelan cukup empuk.
Ketiga resep ini memiliki ciri khas berbeda, baik dari bahan maupun komposisi bumbunya.
| Jenis Sayur Asem | Karakter Rasa | Bahan Pembeda |
|---|---|---|
| Sayur Asem Sunda | Asam, manis, gurih, sedikit pedas | Terasi, asam muda, kacang tanah, melinjo |
| Sayur Asem Jawa | Asam gurih dengan kuah relatif bening | Bumbu bawang, kemiri, asam muda |
| Sayur Asem Tetelan | Asam, gurih berkaldu, dan pedas | Tetelan sapi, gula merah, terasi, asam jawa |
Jika ingin kuah segar dengan aroma terasi, sayur asem Sunda bisa menjadi pilihan. Untuk rasa lebih ringan dan bening, versi Jawa cocok disajikan sebagai menu harian. Sementara itu, sayur asem tetelan menawarkan rasa kaldu yang lebih kuat dan cocok untuk keluarga yang menyukai hidangan dengan tambahan daging.
Sayur asem memiliki rasa asam segar yang cocok dipadukan dengan lauk goreng atau lauk berbumbu sederhana. Perpaduan tersebut membuat menu makan terasa lebih lengkap.
Beberapa pilihan pendamping yang bisa disajikan antara lain:
Sajikan sayur asem dalam mangkuk bersama kuah dan aneka sayuran. Untuk versi tetelan, pastikan potongan daging tersebar merata agar setiap porsi mendapatkan isian yang cukup.
Sayur asem paling nikmat disajikan setelah matang. Namun, jika masih tersisa, masakan dapat disimpan dengan penanganan yang benar.
Biarkan uap panas berlebih berkurang, kemudian pindahkan sayur asem ke wadah bersih dan tertutup. Simpan dalam lemari pendingin dan jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang.
Khusus sayur asem tetelan, pastikan daging dan kuah disimpan bersama dalam wadah tertutup. Ketika akan dimakan kembali, panaskan sampai seluruh bagian benar-benar panas.
Hindari memanaskan seluruh panci berulang kali. Lebih baik mengambil porsi secukupnya, kemudian menghangatkan bagian tersebut. Gunakan sendok bersih dan jangan mencampurkan sisa makanan dari piring ke dalam wadah penyimpanan.
Perhatikan perubahan aroma dan kondisi makanan. Jika muncul bau tidak normal, perubahan tekstur mencurigakan, atau tanda kerusakan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Untuk menjaga rasa dan tekstur sayuran, sebaiknya masak dalam jumlah yang sesuai kebutuhan keluarga. Daun melinjo dan kacang panjang yang dimasak terlalu lama atau dipanaskan berulang kali dapat menjadi semakin lunak.
1. Apa bahan utama sayur asem?
Bahan sayur asem umumnya terdiri atas jagung manis, labu siam, kacang panjang, melinjo, daun melinjo, serta bahan asam seperti asam muda atau asam jawa. Komposisi dapat berbeda menurut daerah dan resep.
2. Apa perbedaan sayur asem Sunda dan Jawa?
Sayur asem Sunda pada resep ini menggunakan terasi dan gula pasir sehingga memiliki perpaduan rasa asam, manis, dan gurih. Sayur asem Jawa tidak menggunakan terasi dalam bumbu, sehingga kuahnya lebih bening dengan rasa asam gurih.
3. Mengapa sayur asem menggunakan asam muda?
Asam muda memberikan rasa asam segar pada kuah. Buahnya direbus sampai lunak, kemudian ditekan atau diremas untuk mengambil sarinya sebelum dicampurkan ke dalam panci.
4. Apakah sayur asem bisa menggunakan asam jawa biasa?
Bisa. Air asam jawa dapat digunakan sebagai sumber rasa asam. Jumlahnya disesuaikan dengan tingkat keasaman bahan dan selera agar kuah tidak terlalu tajam.
5. Apa fungsi terasi dalam sayur asem Sunda?
Terasi memberikan aroma khas dan rasa gurih yang memperkaya kuah. Terasi sebaiknya digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan bersama bumbu.
6. Mengapa sayuran keras dimasukkan lebih awal?
Jagung, melinjo, dan kacang tanah membutuhkan waktu memasak lebih lama daripada daun melinjo atau kacang panjang. Memasukkan bahan secara bertahap membantu semua sayuran matang lebih merata.
7. Bisakah sayur asem dibuat tanpa melinjo?
Bisa. Melinjo dapat dihilangkan atau diganti dengan sayuran lain yang tersedia. Namun, rasa dan karakter sayur asem akan sedikit berbeda dari resep tradisional.
8. Apa fungsi tetelan sapi dalam sayur asem?
Tetelan memberikan kaldu dan rasa gurih yang lebih kaya. Kandungan daging serta lemaknya membuat kuah berbeda dibandingkan sayur asem yang hanya menggunakan sayuran.
9. Bagaimana agar kuah sayur asem tidak terlalu asam?
Masukkan sari asam secara bertahap sambil mencicipi kuah. Jika terlalu asam, tambahkan sedikit air dan sesuaikan kembali bumbunya. Gunakan gula sesuai kebutuhan untuk membantu menyeimbangkan rasa, bukan untuk membuat kuah terlalu manis.
10. Apa lauk yang paling cocok untuk sayur asem?
Sayur asem cocok disajikan dengan ikan asin goreng, ikan goreng, ayam goreng, tahu, tempe, sambal terasi, dan nasi putih hangat.
11. Apakah sayur asem tetelan bisa menggunakan daging sapi biasa?
Bisa. Gunakan potongan daging sapi yang cocok untuk direbus hingga empuk. Waktu memasak dapat berbeda menurut jenis dan ukuran potongan daging.
12. Berapa lama waktu memasak sayur asem?
Versi Sunda dan Jawa diperkirakan membutuhkan sekitar 30 menit, sedangkan versi tetelan sekitar 60 menit. Waktu aktual dapat berbeda sesuai ukuran potongan sayuran, tingkat keempukan tetelan, dan kondisi peralatan memasak.
Sayur asem menjadi pilihan hidangan rumahan yang menyegarkan dengan bahan utama aneka sayuran. Resep Sunda menawarkan perpaduan rasa asam manis dengan aroma terasi, versi Jawa menghadirkan kuah bening yang asam gurih, sedangkan versi tetelan sapi memiliki kuah lebih kaya karena menggunakan kaldu daging.
Ketiganya bisa dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan. Kunci kelezatannya ada pada pemilihan sayuran segar, urutan memasukkan bahan, serta pengaturan rasa asam dan bumbu.
Sajikan bersama nasi putih hangat dan lauk favorit seperti ikan asin, ayam goreng, tahu, atau tempe. Dengan tiga variasi tersebut, sayur asem bisa menjadi menu makan siang yang tidak membosankan dan mudah disesuaikan dengan selera keluarga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Mie ayam menjadi salah satu hidangan favorit yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Sajian berupa mie telur dengan topping...
Olahan udang selalu menarik untuk disajikan sebagai lauk keluarga. Teksturnya yang kenyal lembut dan rasanya yang gurih membuat bahan makanan...