Resep Roti Tawar Goreng Telur Buat Sarapan Lezat dan Praktis
Roti tawar sering menjadi pilihan sarapan karena mudah disiapkan dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Selain disantap dengan selai, dibuat...
Read more
Ubi jalar tidak hanya nikmat direbus atau digoreng, tetapi juga bisa diolah menjadi camilan manis dengan tampilan menarik. Salah satu kreasi yang patut dicoba adalah ubi madu wijen, yaitu ubi panggang yang dilapisi saus madu, mentega, dan shoyu, kemudian diberi taburan wijen hitam.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa manis legit dengan sentuhan gurih. Ubi yang dipanggang terlebih dahulu memiliki permukaan yang sedikit kering, sedangkan bagian dalamnya dapat terasa lembut ketika matang. Setelah dibalut saus madu, potongan ubi menjadi lebih mengilap dan aromanya semakin menggugah selera.
Resep ubi madu wijen cocok disajikan sebagai camilan sore, teman minum teh, atau hidangan sederhana untuk keluarga. Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan, sedangkan proses pembuatannya tidak memerlukan teknik memasak yang rumit. Kamu hanya perlu memanggang ubi, menyiapkan saus, lalu mencampurkan keduanya hingga seluruh permukaan ubi terlapisi.
Ubi kuning maupun ubi Jepang dapat digunakan sesuai selera. Keduanya memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda, sehingga hasil akhirnya bisa disesuaikan dengan jenis ubi yang tersedia. Dengan memperhatikan tingkat kematangan ubi dan kekentalan saus, kamu bisa membuat camilan manis yang lezat tanpa harus menggunakan banyak bahan.
Ubi madu wijen mengandalkan kombinasi rasa alami ubi, madu, mentega, dan sedikit shoyu atau kecap asin Jepang. Madu memberikan rasa manis sekaligus membantu menghasilkan lapisan saus yang mengilap. Mentega menambah aroma gurih, sedangkan shoyu membantu menyeimbangkan rasa manis agar tidak terasa monoton.
Wijen hitam digunakan sebagai taburan untuk memberikan aroma khas dan tekstur tambahan. Selain membuat tampilannya lebih menarik, taburan tersebut menghadirkan kontras warna pada permukaan ubi yang dilapisi saus berwarna keemasan.
Waktu memasak dapat berubah bergantung pada ukuran potongan ubi, jenis oven, dan tingkat kematangan yang diinginkan. Jika potongan ubi cukup besar atau oven tidak memanaskan secara merata, waktu memanggang mungkin perlu ditambah.
Siapkan bahan berikut untuk membuat sekitar tiga porsi camilan.
Bahan utama:
Bahan taburan:
Catatan bahan: Ubi kuning dapat menghasilkan warna cerah dengan rasa manis yang lembut, sedangkan ubi Jepang sering memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa manis alami yang khas. Pilih ubi yang terasa kokoh, tidak berlendir, dan tidak memiliki bagian busuk.
Shoyu digunakan dalam jumlah sedikit untuk memberikan rasa gurih yang menyeimbangkan madu. Jika tidak tersedia, kecap asin lain dapat digunakan, tetapi rasanya mungkin sedikit berbeda. Karena tingkat keasinan setiap produk tidak sama, gunakan takaran sesuai resep terlebih dahulu dan cicipi saus sebelum ubi dimasukkan.
1. Cuci dan bersihkan ubi
Cuci ubi di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya untuk menghilangkan tanah dan kotoran. Setelah bersih, kupas kulitnya menggunakan pisau atau alat pengupas sayuran.
Jika ingin mempertahankan sedikit tekstur kulit, ubi juga bisa dipanggang tanpa dikupas setelah permukaannya dibersihkan dengan baik. Namun, untuk mengikuti resep ini, ubi dikupas terlebih dahulu agar permukaannya mudah dilapisi saus.
2. Potong ubi menjadi beberapa bagian
Belah setiap ubi menjadi dua bagian, kemudian potong lagi menjadi empat bagian atau sesuai ukuran yang diinginkan. Usahakan setiap potongan memiliki ketebalan relatif seragam supaya matang hampir bersamaan.
Potongan yang terlalu kecil bisa cepat kering selama dipanggang, sementara potongan terlalu besar memerlukan waktu lebih lama untuk matang hingga ke bagian tengah. Ukuran sedang menjadi pilihan praktis agar ubi mudah dimakan setelah disajikan.
3. Panaskan oven
Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 derajat Celsius. Sambil menunggu, siapkan loyang yang bersih. Kamu bisa melapisi loyang dengan kertas panggang agar ubi tidak mudah menempel dan lebih mudah diangkat setelah matang.
Pastikan oven sudah cukup panas sebelum loyang dimasukkan. Suhu yang stabil membantu ubi matang lebih merata dan membuat permukaannya tidak terlalu basah akibat proses pemanasan yang terlalu lambat.
4. Susun ubi di atas loyang
Letakkan potongan ubi di atas loyang dalam satu lapisan. Beri sedikit jarak antarpotongan agar panas dapat bersirkulasi dengan baik.
Jangan menumpuk potongan ubi karena bagian yang saling menempel cenderung lebih lembap. Jika loyang terlalu penuh, gunakan dua loyang atau panggang ubi dalam dua tahap.
5. Panggang ubi selama sekitar 30 menit
Masukkan loyang ke dalam oven dan panggang pada suhu 180 derajat Celsius selama kurang lebih 30 menit. Periksa kematangannya menjelang akhir waktu memasak.
Ubi matang ketika bagian dalamnya terasa empuk saat ditusuk menggunakan garpu atau tusuk sate. Jika bagian tengah masih keras, lanjutkan memanggang selama beberapa menit dan periksa kembali. Waktu yang dibutuhkan bisa berbeda sesuai jenis ubi, ketebalan potongan, serta karakter oven.
6. Lelehkan mentega untuk membuat saus
Saat ubi dipanggang, siapkan wajan atau panci kecil. Masukkan mentega, lalu panaskan dengan api kecil sampai meleleh. Hindari memanaskan terlalu lama hingga mentega berubah warna terlalu gelap atau beraroma gosong.
Mentega memberikan aroma gurih yang menyatu dengan rasa manis ubi. Gunakan wajan yang cukup lebar agar potongan ubi nantinya bisa dicampurkan dengan mudah tanpa saling bertumpuk terlalu banyak.
7. Campurkan madu, shoyu, dan air
Tambahkan madu, shoyu, dan empat sendok makan air ke dalam mentega cair. Aduk perlahan hingga semua bahan tercampur.
Masak saus dengan api kecil sampai mulai mendidih perlahan. Aduk sesekali agar madu menyatu dengan mentega dan shoyu. Jangan menggunakan api terlalu besar karena saus manis dapat cepat mengental, menempel pada dasar wajan, atau gosong sebelum ubi tercampur.
8. Masukkan ubi panggang ke dalam saus
Setelah ubi matang, keluarkan loyang dari oven dengan hati-hati. Masukkan potongan ubi ke dalam wajan berisi saus madu. Lakukan perlahan karena ubi yang matang akan lebih mudah patah, terutama jika teksturnya sangat lembut.
Aduk atau balik potongan ubi dengan spatula secara hati-hati hingga setiap bagian terlapisi saus. Jika saus tampak terlalu encer, masak sebentar dengan api kecil sampai sedikit mengental. Jangan memasaknya terlalu lama karena madu dapat menjadi lengket dan mudah gosong.
9. Tata ubi di piring saji
Pindahkan ubi yang sudah terlapisi saus ke piring saji. Susun potongan ubi agar terlihat menarik dan tidak menumpuk terlalu tinggi. Bila masih ada sedikit saus di wajan, siramkan secukupnya ke atas ubi.
10. Taburkan wijen hitam
Taburkan wijen hitam di atas ubi selagi saus masih sedikit melekat. Wijen akan menempel pada lapisan madu dan memberikan aroma khas ketika camilan disantap.
Sajikan setelah suhunya cukup aman untuk dimakan. Ubi madu wijen paling nikmat ketika masih hangat, saat bagian dalam ubi terasa lembut dan lapisan sausnya masih mengilap.
Kelezatan ubi madu wijen tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga cara memanggang ubi dan mengolah sausnya. Beberapa hal berikut bisa membantu menghasilkan camilan dengan tekstur lembut, rasa manis seimbang, dan lapisan saus yang mengilap.
Gunakan ubi yang masih segar, bertekstur kokoh, dan tidak memiliki bagian yang lembek atau rusak. Ubi kuning cocok untuk kamu yang menyukai rasa manis lembut, sedangkan ubi Jepang dapat memberikan tekstur lebih padat dengan karakter rasa khas.
Ukuran ubi juga perlu diperhatikan. Ubi berukuran sedang biasanya lebih mudah dipotong dan dipanggang secara merata. Jika menggunakan ubi yang sangat besar, potong menjadi beberapa bagian lebih kecil agar panas dapat mencapai bagian tengah dengan baik.
Potongan ubi yang sama besar akan matang dalam waktu yang lebih mendekati sama. Jika ukurannya berbeda jauh, potongan kecil bisa menjadi terlalu kering ketika bagian yang besar belum empuk.
Usahakan potongan tidak terlalu tipis supaya bagian dalam tetap lembut setelah dipanggang. Sebaliknya, potongan yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama dan bisa membuat proses memasak menjadi kurang praktis.
Susun potongan ubi dalam satu lapisan dan beri sedikit jarak di antaranya. Ruang yang cukup membantu panas oven menyebar ke setiap potongan.
Jika ubi ditumpuk, kelembapan dapat terperangkap sehingga bagian luarnya cenderung lebih basah daripada yang diharapkan. Apabila jumlah ubi terlalu banyak untuk satu loyang, panggang secara bertahap agar hasilnya lebih merata.
Suhu 180 derajat Celsius selama sekitar 30 menit merupakan panduan awal dalam resep ini. Namun, setiap oven memiliki karakter pemanasan berbeda. Jenis ubi dan ukuran potongannya juga memengaruhi waktu yang dibutuhkan.
Periksa ubi menjelang akhir waktu memanggang dengan menusukkan garpu ke bagian tengahnya. Jika garpu mudah masuk, ubi sudah cukup empuk. Jika masih keras, lanjutkan memanggang dan periksa kembali secara berkala.
Madu memiliki kandungan gula yang mudah membuat saus cepat mengental dan menempel pada wajan. Karena itu, gunakan api kecil ketika mencampurkan madu, mentega, shoyu, dan air.
Aduk perlahan sampai saus menyatu dan mulai mendidih. Setelah ubi dimasukkan, cukup masak sampai lapisan saus merata dan sedikit mengental. Memanaskan saus terlalu lama dapat membuat rasanya terlalu pekat atau bahkan pahit jika bagian gula gosong.
Madu menjadi sumber rasa manis utama dalam resep ini, sedangkan mentega memberikan rasa gurih dan shoyu membantu menyeimbangkannya. Jika ubi yang digunakan sudah sangat manis, kamu bisa mengurangi sedikit madu sesuai selera.
Sebaiknya jangan langsung menambahkan shoyu dalam jumlah besar karena kecap asin dapat membuat saus terlalu asin. Mulailah dari takaran resep, lalu cicipi saus sebelum mencampurkannya dengan ubi.
Wijen hitam sebaiknya ditaburkan setelah ubi selesai dilapisi saus. Dengan begitu, wijen lebih mudah menempel dan tampilannya terlihat jelas.
Jika menyukai aroma wijen yang lebih kuat, kamu bisa menggunakan wijen yang sudah disangrai sebentar tanpa minyak. Pastikan wijen tidak sampai gosong karena rasa pahitnya dapat mengurangi kelezatan camilan.
Resep dasar ini dapat dikreasikan menggunakan tambahan bahan yang sederhana. Meski begitu, sebaiknya pertahankan keseimbangan rasa supaya karakter manis, gurih, dan aroma ubi tetap menonjol.
Ubi madu wijen dengan kayu manis. Tambahkan sejumput bubuk kayu manis ke dalam saus ketika madu dan mentega sudah tercampur. Aromanya memberikan nuansa hangat yang cocok untuk camilan sore. Gunakan sedikit saja agar tidak mendominasi rasa ubi.
Ubi madu wijen dengan wijen putih. Jika tidak memiliki wijen hitam, gunakan wijen putih atau campuran keduanya. Wijen putih memberikan tampilan yang kontras dengan saus keemasan, sedangkan kombinasi dua jenis wijen membuat sajian terlihat lebih menarik.
Ubi madu dengan sentuhan jahe. Tambahkan sedikit jahe parut ke dalam saus untuk memberikan aroma hangat. Saring saus jika ingin teksturnya tetap halus. Variasi ini cocok untuk kamu yang menyukai aroma rempah ringan pada camilan manis.
Ubi madu dengan taburan kacang. Kacang tanah sangrai yang dicincang kasar bisa digunakan sebagai taburan tambahan. Teksturnya memberikan sensasi renyah yang berbeda dari wijen. Pastikan kacang sudah matang dan tidak tengik sebelum digunakan.
Ubi madu panggang tanpa dikupas. Untuk menghemat waktu, ubi dapat dipanggang dengan kulitnya setelah dicuci hingga benar-benar bersih. Cara ini memberikan tekstur berbeda dan membuat proses persiapan lebih sederhana. Pastikan bagian kulit yang rusak atau tidak layak dibuang sebelum memasak.
Ubi madu dengan rasa lebih ringan. Kurangi sedikit madu dan gunakan air sesuai kebutuhan untuk membantu saus menyebar. Kamu juga bisa menonjolkan rasa alami ubi dengan tidak menambahkan pemanis lain. Hasilnya tetap bercita rasa manis, tetapi tingkat kemanisannya lebih mudah disesuaikan.
Ubi madu wijen bisa disajikan dalam piring kecil sebagai camilan sore, teman minum teh, atau hidangan penutup sederhana setelah makan. Susun potongan ubi dalam satu lapisan agar saus dan taburan wijen terlihat menarik.
Jika disajikan untuk keluarga, kamu dapat menambahkan potongan buah segar seperti jeruk atau apel sebagai pendamping. Rasa segar buah memberikan variasi yang menyenangkan ketika dipadukan dengan ubi berlapis saus madu.
Untuk suguhan tamu, gunakan piring saji berwarna netral agar warna keemasan ubi dan wijen hitam lebih menonjol. Kamu juga bisa menaruhnya dalam mangkuk kecil untuk memudahkan setiap orang mengambil porsi masing-masing.
Camilan ini paling nikmat ketika disajikan hangat atau setelah sedikit mendingin. Pada saat masih hangat, saus biasanya lebih lembut dan mudah melapisi ubi. Setelah dingin, madu dapat menjadi lebih lengket, sehingga potongan ubi mungkin saling menempel.
Jika ingin menyiapkannya lebih awal, kamu bisa memanggang ubi terlebih dahulu, lalu membuat saus dan mencampurkannya menjelang waktu penyajian. Cara ini membantu menjaga tekstur ubi sekaligus mengurangi waktu persiapan ketika camilan akan dihidangkan.
Ubi madu wijen sebaiknya dinikmati sesegera mungkin setelah dibuat agar tekstur ubi tetap enak dan saus tidak terlalu lengket. Jika ada sisa, biarkan panas berlebih berkurang, kemudian masukkan ke wadah bersih yang tertutup dan simpan di lemari pendingin.
Jangan membiarkan ubi yang sudah matang berada pada suhu ruang terlalu lama. Idealnya, simpan sisa makanan dalam waktu dua jam setelah dimasak. Saat ingin menyantapnya kembali, panaskan secukupnya menggunakan oven atau wajan dengan api kecil.
Ketika dipanaskan kembali, saus mungkin menjadi lebih kental. Kamu bisa menambahkan sedikit air agar lapisan saus lebih mudah menyelimuti ubi. Aduk dengan lembut supaya potongan ubi tidak hancur.
Untuk kualitas terbaik, konsumsi dalam beberapa hari. Buang sisa camilan jika menunjukkan perubahan bau, warna, atau tekstur yang mencurigakan. Hindari memanaskan berulang kali seluruh porsi yang disimpan; ambil secukupnya sesuai kebutuhan.
1. Apa jenis ubi yang cocok untuk membuat ubi madu wijen?
Ubi kuning dan ubi Jepang dapat digunakan. Pilih ubi yang segar dan tidak rusak. Perbedaan jenis ubi bisa menghasilkan tekstur serta tingkat kemanisan yang berbeda, sehingga waktu memanggang perlu disesuaikan.
2. Apakah ubi harus dipanggang di oven?
Dalam resep ini, ubi dipanggang menggunakan oven pada suhu 180 derajat Celsius selama sekitar 30 menit. Jika tidak memiliki oven, kamu dapat menggunakan alat pemanggang lain yang sesuai, tetapi perhatikan kematangan dan sesuaikan waktu dengan alat yang digunakan.
3. Bisakah madu diganti dengan gula merah?
Bisa, tetapi karakter saus akan berbeda. Gula merah memberikan rasa manis dan aroma karamel yang lebih khas. Larutkan gula merah dengan sedikit air sampai menyatu sebelum mencampurkannya dengan mentega dan bahan lainnya. Sesuaikan takaran agar saus tidak terlalu manis atau pekat.
4. Apa fungsi shoyu dalam resep ubi madu wijen?
Shoyu memberikan rasa gurih dan sedikit asin yang menyeimbangkan rasa manis madu. Penggunaannya tidak perlu banyak karena tujuan utamanya adalah membuat cita rasa saus lebih seimbang, bukan menjadikan ubi terasa asin.
5. Mengapa saus madu cepat mengental?
Madu mengandung gula yang dapat membuat saus semakin kental ketika dipanaskan dan air menguap. Gunakan api kecil dan aduk perlahan. Jika saus terlalu kental sebelum seluruh potongan ubi terlapisi, tambahkan sedikit air dan aduk sampai konsistensinya sesuai.
6. Kapan wijen sebaiknya ditambahkan?
Wijen ditaburkan setelah ubi dilapisi saus dan dipindahkan ke piring saji. Cara ini membantu wijen menempel pada permukaan ubi dan mempertahankan tampilannya sebagai taburan.
7. Apakah ubi madu wijen cocok untuk camilan keluarga?
Ya. Ubi madu wijen dapat disajikan sebagai camilan untuk keluarga dengan porsi yang disesuaikan. Karena menggunakan madu dan mentega, perhatikan jumlah yang dikonsumsi sesuai kebutuhan masing-masing. Biarkan ubi sedikit mendingin sebelum diberikan kepada anak-anak agar tidak terlalu panas.
Ubi madu wijen merupakan pilihan camilan rumahan yang memadukan ubi panggang, saus madu dan mentega, sedikit shoyu, serta taburan wijen hitam. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis gurih dengan aroma yang khas dan tampilan mengilap.
Proses pembuatannya cukup mudah: ubi dipotong dan dipanggang hingga empuk, kemudian dicampur dengan saus yang dimasak sampai menyatu. Kuncinya adalah memotong ubi dengan ukuran seragam, mengontrol suhu oven, dan memasak saus menggunakan api kecil agar tidak gosong.
Resep ini juga mudah divariasikan dengan kayu manis, wijen putih, jahe, atau kacang sangrai. Sajikan selagi hangat untuk menemani waktu santai bersama keluarga. Dengan bahan yang relatif sederhana dan langkah yang mudah diikuti, ubi madu wijen bisa menjadi alternatif menarik selain ubi rebus atau ubi goreng.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Roti tawar sering menjadi pilihan sarapan karena mudah disiapkan dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Selain disantap dengan selai, dibuat...
Gorengan selalu punya tempat tersendiri di hati pencinta kuliner Indonesia. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah atau lembut, serta aromanya...