Resep Mie Nyemek Daging Manis Pedas, Hangat dan Bikin Nostalgia
Ada kalanya semangkuk mie sederhana justru terasa lebih istimewa daripada makanan mahal di restoran. Apalagi ketika malam mulai dingin, perut...
Read more
Ada satu makanan yang hampir selalu punya tempat khusus dalam ingatan banyak orang: nugget. Dulu, makanan berbentuk kotak kecil dengan lapisan tepung renyah ini sering menjadi penyelamat ketika waktu makan tiba. Tinggal digoreng sebentar, disajikan bersama nasi hangat dan saus favorit, selesai.
Kini, nugget tidak harus selalu dibeli dalam bentuk makanan beku siap goreng. Membuat nugget homemade di rumah justru bisa menjadi cara menarik untuk menyiapkan stok lauk keluarga, terutama untuk bekal anak. Bahan dasarnya pun tidak harus selalu ayam. Tempe dan tahu bisa diolah menjadi nugget yang lembut di bagian dalam dan renyah di luar.
Bagi orang tua yang sering bingung menentukan menu bekal sekolah, stok nugget homemade juga terasa praktis. Adonan bisa dibuat dalam jumlah cukup banyak, dikukus terlebih dahulu, kemudian dipotong dan diberi lapisan tepung panir. Sebagian bisa langsung digoreng, sementara sisanya disimpan sebagai stok untuk beberapa waktu ke depan.
Kali ini ada 3 resep nugget untuk bekal anak yang bisa dicoba di rumah. Ada nugget ayam udang yang gurih, nugget tempe yang padat dan kaya rasa, serta nugget tahu dengan tekstur lebih lembut. Bentuknya juga bisa dibuat lebih menarik menggunakan cetakan berbentuk hewan, bintang, hati, atau huruf agar waktu makan anak terasa lebih menyenangkan.
Membuat nugget sendiri memang membutuhkan sedikit waktu pada awalnya. Namun, proses tersebut bisa terbayar ketika pagi hari datang dan orang tua tidak perlu kembali memikirkan lauk dari nol.
Nugget homemade dapat dibuat terlebih dahulu, dipotong sesuai kebutuhan, lalu disimpan sebagai stok. Saat akan digunakan, nugget tinggal dimasak hingga permukaannya renyah dan berwarna keemasan.
Selain praktis, membuat sendiri juga memberikan keleluasaan dalam memilih bahan. Daging ayam dapat dipadukan dengan udang, sedangkan protein nabati seperti tahu dan tempe bisa menjadi variasi agar menu anak tidak monoton.
Sayuran seperti bayam dan wortel pun dapat disisipkan ke dalam adonan. Dengan begitu, nugget bukan sekadar lauk yang gurih dan renyah, tetapi juga bisa menjadi salah satu cara menghadirkan variasi bahan makanan dalam menu harian anak.
Kalau anak menyukai rasa gurih, nugget ayam udang bisa menjadi pilihan pertama. Perpaduan ayam giling dan udang cincang menghasilkan rasa yang lebih kaya dibandingkan nugget ayam biasa.
Tambahan bayam juga membuat resep ini semakin menarik. Bayam bisa dicampur dengan wortel atau sayuran lain yang sudah direbus hingga lunak kemudian dicincang.
Tekstur bagian dalamnya lembut, sementara lapisan tepung panir memberikan sensasi renyah ketika digoreng. Bentuknya pun bisa dibuat lucu menggunakan cetakan kue.
Siapkan loyang berukuran sekitar 18 x 18 x 3 cm. Olesi bagian dalamnya dengan sedikit minyak agar adonan tidak mudah lengket.
Panaskan kukusan dengan api sedang. Sambil menunggu, tumis bawang putih dan bawang bombai menggunakan sedikit minyak hingga harum.
Masukkan tumisan tersebut ke dalam wadah besar. Tambahkan daging ayam giling, udang cincang, bayam, tepung terigu, telur, gula, garam, dan merica.
Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan adonan terlihat menyatu.
Tuangkan adonan ke dalam loyang, kemudian ratakan permukaannya. Kukus selama kurang lebih 30 menit hingga adonan matang.
Setelah matang, angkat dan biarkan hingga cukup dingin. Potong menggunakan pisau atau cetakan kue sesuai bentuk yang diinginkan.
Untuk membuat lapisan renyah, celupkan setiap potongan nugget ke dalam putih telur. Setelah itu, gulingkan dalam tepung panir sambil ditekan perlahan agar lapisan menempel dengan baik.
Panaskan minyak menggunakan api sedang. Goreng nugget hingga bagian luarnya berwarna kecokelatan dan terasa renyah.
Angkat dan tiriskan. Nugget ayam udang siap menjadi lauk bekal bersama nasi, sayuran, atau mi.
Tempe sering identik dengan menu sederhana seperti tempe goreng, tempe bacem, atau orek tempe. Namun, bahan makanan yang satu ini ternyata bisa diolah menjadi nugget yang menarik.
Nugget tempe homemade memiliki karakter rasa yang khas. Bumbu bawang merah, bawang putih, dan kunyit memberikan aroma gurih sekaligus warna yang menggugah selera.
Resep ini juga cocok untuk orang tua yang ingin memberikan variasi lauk berbahan protein nabati.
Potong tempe menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dihaluskan. Masukkan ke dalam chopper atau food processor.
Tambahkan telur, tepung terigu, merica, kaldu, daun bawang, gula, serta bumbu halus.
Proses hingga adonan halus dan seluruh bahan tercampur rata.
Ambil adonan, kemudian bentuk menjadi bulatan panjang. Bungkus menggunakan aluminium foil atau plastik tebal yang aman untuk proses pengukusan.
Kukus adonan selama kurang lebih 30 menit sampai matang.
Setelah matang, angkat dan dinginkan. Ketika sudah tidak panas, buka pembungkus kemudian potong-potong sesuai selera.
Jika ingin membuat bekal anak lebih menarik, potongan nugget tempe dapat dibentuk kembali menggunakan cetakan berbentuk bintang, hati, hewan, atau karakter sederhana.
Selanjutnya, baluri potongan nugget dengan tepung terigu tipis-tipis. Celupkan ke putih telur, lalu gulingkan ke tepung panir. Tekan perlahan agar tepung panir melekat.
Goreng dalam minyak panas dan cukup banyak hingga permukaannya berwarna kuning keemasan.
Nugget tempe dapat disajikan bersama mayones, saus tomat, atau saus favorit keluarga.
Kalau ingin mencoba tekstur yang lebih lembut, tahu bisa menjadi pilihan.
Tahu putih yang dihaluskan dapat dicampur dengan telur, tepung terigu, daun bawang, susu bubuk, dan bumbu sederhana. Setelah dikukus, adonan akan menjadi padat sehingga mudah dipotong dan dilapisi tepung panir.
Tambahan biji wijen pada lapisan luar memberikan aroma dan tekstur yang berbeda ketika nugget digoreng.
Cuci tahu menggunakan air hangat, kemudian tiriskan.
Tumbuk tahu sampai halus. Masukkan ke dalam wadah, lalu tambahkan tepung terigu, telur, daun bawang, kaldu jamur, susu bubuk, merica, dan garam.
Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
Siapkan loyang berbentuk persegi dan olesi dengan sedikit minyak. Masukkan adonan tahu, kemudian ratakan.
Kukus selama sekitar 30 menit hingga matang.
Angkat dan biarkan dingin. Setelah cukup dingin, keluarkan dari loyang lalu potong-potong dengan ukuran sekitar 2 x 3 cm.
Campurkan tepung panir kasar dengan biji wijen. Celupkan setiap potongan tahu ke dalam telur kocok, kemudian gulingkan ke campuran tepung panir dan wijen.
Tekan perlahan supaya lapisan menempel dengan baik.
Goreng menggunakan minyak panas dengan api sedang hingga bagian luarnya berwarna kuning keemasan.
Angkat, tiriskan, kemudian sajikan bersama saus favorit.
Membuat nugget dalam jumlah banyak akan terasa lebih praktis jika prosesnya dilakukan sekaligus. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya tetap enak.
Proses pengukusan merupakan bagian penting. Adonan harus matang dan cukup padat agar tidak mudah hancur ketika dipotong.
Jangan langsung memotong adonan ketika masih sangat panas. Biarkan hingga lebih dingin dan teksturnya stabil.
Lapisan tepung panir membantu menghasilkan tekstur renyah. Tekan perlahan setelah nugget dilapisi agar tepung tidak mudah rontok ketika digoreng.
Makanan yang tampilannya menarik sering membuat anak lebih tertarik untuk mencoba. Cetakan sederhana berbentuk bintang, hati, hewan, atau huruf bisa digunakan.
Tidak harus membuat tiga resep sekaligus. Misalnya, minggu pertama membuat nugget ayam udang, kemudian minggu berikutnya nugget tempe atau tahu. Variasi sederhana bisa membuat menu bekal terasa berbeda.
Nugget tidak harus selalu disajikan bersama nasi putih. Agar bekal lebih berwarna dan tidak membosankan, kombinasikan dengan beberapa makanan pendamping.
Nugget ayam udang bisa disajikan dengan nasi putih, tumisan sayuran, dan potongan buah.
Nugget tempe cocok dipadukan dengan nasi hangat, telur, sayuran kukus, atau saus sederhana.
Sementara itu, nugget tahu dapat menjadi teman makan nasi, mi, salad sayur sederhana, atau kentang panggang.
Untuk bekal sekolah, usahakan makanan dikemas dengan rapi dan sesuai kebutuhan anak. Porsi juga dapat disesuaikan dengan usia dan kebiasaan makan masing-masing.
Salah satu kelebihan membuat nugget sendiri adalah bisa dijadikan stok.
Setelah nugget selesai dikukus, dinginkan terlebih dahulu. Potong sesuai bentuk yang diinginkan, kemudian lapisi dengan tepung panir.
Jika ingin disimpan, susun nugget dalam wadah tertutup atau kemasan yang sesuai untuk penyimpanan makanan. Usahakan setiap potongan tidak saling menempel agar lebih mudah diambil ketika akan dimasak.
Ketika akan disajikan, masak nugget sampai benar-benar panas dan matang. Hindari membiarkan makanan berada terlalu lama pada suhu ruang.
Dengan cara ini, aktivitas menyiapkan bekal pada pagi hari bisa terasa lebih ringan. Tinggal menyiapkan nasi, sayuran, buah, dan nugget yang sudah tersedia.
Bisa. Tempe dan tahu dapat digunakan sebagai bahan utama nugget. Keduanya bisa dihaluskan dan dicampur dengan telur, tepung, bumbu, serta bahan pelapis.
Bayam dan wortel bisa menjadi pilihan. Sayuran sebaiknya direbus hingga lunak terlebih dahulu kemudian dicincang agar lebih mudah menyatu dengan adonan.
Pengukusan membuat adonan matang dan lebih padat sehingga mudah dipotong. Setelah itu, nugget bisa dilapisi tepung panir sebelum digoreng sampai renyah.
Bisa. Setelah adonan dikukus dan dingin, potong atau cetak menggunakan bentuk yang disukai anak. Bentuk hewan, bintang, hati, atau huruf dapat membuat tampilan bekal lebih menarik.
Nugget dapat disajikan dengan saus tomat, mayones, atau saus lain sesuai selera keluarga. Untuk anak, pilih pendamping yang sesuai dengan kebiasaan makan dan usianya.
Ada alasan mengapa nugget selalu terasa akrab. Bentuknya sederhana, rasanya gurih, bagian luarnya renyah, dan cara menikmatinya pun tidak ribet. Bagi sebagian orang, makanan ini bahkan membawa kembali kenangan masa kecil ketika bekal sekolah dibuka dan aroma lauk favorit langsung terasa.
Kini, kenangan tersebut bisa dibuat kembali dalam versi rumahan.
Tidak harus selalu menggunakan ayam. Tempe dan tahu pun bisa berubah menjadi nugget yang lezat dengan sedikit kreativitas. Membuat stok nugget sendiri juga memberi kesempatan untuk menghadirkan variasi menu bekal tanpa harus setiap pagi memulai semuanya dari awal.
Jadi, kalau besok pagi kembali muncul pertanyaan klasik, “Bekal anak mau diisi apa?”, mungkin jawabannya sudah ada di freezer: nugget homemade buatan sendiri, siap digoreng hingga renyah dan menemani nasi hangat di kotak bekal.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada satu makanan yang hampir selalu punya tempat khusus dalam ingatan banyak orang: nugget. Dulu, makanan berbentuk kotak kecil dengan...
Ada kalanya semangkuk mie sederhana justru terasa lebih istimewa daripada makanan mahal di restoran. Apalagi ketika malam mulai dingin, perut...