Apple Perkuat Ekosistem Developer Lewat Xcode 26.3 Berbasis AI Agentik
Apple kembali menghadirkan inovasi di dunia pengembangan aplikasi dengan merilis Xcode 26.3. Versi terbaru ini membawa konsep kode pemrograman agentik,...
Read more
Intel bersiap memasuki babak baru dalam persaingan industri semikonduktor global. Chief Executive Officer Intel, Lip Bu Tan, mengumumkan bahwa perusahaan akan mulai memproduksi graphics processing unit atau GPU, jenis chip yang selama ini identik dengan kesuksesan Nvidia.
Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz yang mengutip Reuters, pengumuman ini disampaikan pada Rabu 4 Februari 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Intel untuk membalikkan keadaan di tengah tekanan kompetisi industri chip.
GPU merupakan prosesor khusus yang berbeda dari central processing unit atau CPU, lini produk tradisional Intel. Jika CPU berfungsi sebagai otak utama komputer, GPU dirancang untuk menangani pemrosesan grafis dan komputasi paralel dalam skala besar. Saat ini, GPU banyak digunakan untuk bermain game serta melatih model artificial intelligence atau AI.
Menurut Lip Bu Tan, Intel akan mengembangkan strategi GPU yang berfokus pada kebutuhan pelanggan. Inisiatif ini masih berada pada tahap awal, namun dinilai sebagai ekspansi signifikan karena menyasar segmen yang selama ini didominasi Nvidia.
Meski Nvidia bukan pencipta pertama GPU, perusahaan tersebut berhasil mempopulerkan chip ini untuk kebutuhan AI dan pusat data. GPU Nvidia dikenal memiliki performa tinggi untuk sistem AI, sehingga menjadikannya pemain dominan di pasar global.
Sebagai bagian dari proyek ini, Intel menunjuk Kevork Kechichian, Vice President sekaligus Manajer Umum Grup Pusat Data Intel, sebagai penanggung jawab. Kechichian direkrut pada September 2025 bersama sejumlah talenta teknik lainnya, sebagaimana dilaporkan TechCrunch.
Selain itu, Intel juga merekrut Eric Demers pada Januari 2026. Demers sebelumnya bekerja lebih dari 13 tahun di Qualcomm dan terakhir menjabat sebagai Senior Vice President bidang teknik di perusahaan tersebut. Kehadiran Demers memperkuat sinyal bahwa Intel serius membangun fondasi teknis untuk proyek GPU barunya.
Langkah ini sejalan dengan strategi konsolidasi dan fokus bisnis inti yang dicanangkan Lip Bu Tan sejak mengambil alih posisi CEO pada Maret 2025. Meskipun GPU masih termasuk dalam kategori semikonduktor, ekspansi ke segmen ini dinilai penting karena pertumbuhan permintaan chip AI terus meningkat secara global.
Menurut laporan tersebut, pasar GPU semakin strategis seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pelatihan model AI, pusat data, dan aplikasi komputasi berat lainnya. Dengan masuknya Intel ke pasar ini, persaingan dengan Nvidia diperkirakan akan semakin ketat.
Ekspansi ini juga menunjukkan bahwa Intel tidak hanya ingin bertahan di pasar CPU tradisional, tetapi juga memperluas portofolio ke area dengan potensi pertumbuhan tinggi. Apalagi, GPU kini menjadi komponen kunci dalam pengembangan teknologi AI modern.
Referensi:
Bloomberg Technoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Isu dugaan penggelapan pajak kembali menerpa industri hiburan Korea Selatan. Setelah sebelumnya nama Cha Eun Woo ramai diperbincangkan, kini aktor...
Mengurus balik nama motor menjadi kewajiban penting setelah membeli kendaraan bekas, menerima hibah, atau mendapatkan warisan. Meski sering dianggap sepele,...