Google kembali memperkuat sistem keamanan Android dengan menghadirkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk mencegah pencurian ponsel dan penyalahgunaan data pribadi. Pembaruan ini menjadi pengembangan lanjutan dari fitur anti-copet yang pertama kali diperkenalkan pada 2024.
Salah satu fitur utama yang diperbarui adalah Failed Authentication Lock. Fitur ini sebelumnya sudah hadir di Android 15, namun kini di Android 16 pengguna mendapatkan kontrol lebih besar melalui tombol khusus yang bisa diakses langsung dari menu pengaturan.
Dengan fitur ini, layar ponsel akan terkunci otomatis setelah beberapa kali percobaan membuka kunci gagal. Tujuannya jelas, yakni mempersulit pelaku pencurian yang mencoba menebak PIN, pola, atau sandi perangkat. Google juga menambahkan jeda waktu penguncian yang lebih lama setiap kali terjadi kegagalan berulang.
Menurut Google, sistem ini dirancang agar lebih efektif menghadapi upaya pembobolan. “Orang jahat yang menghabiskan 15 menit dengan Pixel Anda kini hanya bisa menebak 7 kali alih-alih 36, dan delay-nya terus meningkat lebih cepat,” kata Google dalam pengumuman resminya. Google menegaskan, percobaan dengan kode identik yang salah tidak dihitung sebagai percobaan baru.
Identity Check dan Remote Lock Makin Diperketat
Selain penguncian otomatis, Google juga mematangkan fitur Identity Check di Android 16. Fitur ini mengharuskan pengguna melakukan verifikasi biometrik saat ingin mengubah pengaturan sensitif, terutama ketika perangkat berada di luar lokasi terpercaya seperti rumah atau kantor.
Kini, Identity Check tidak hanya berlaku untuk pengaturan sistem, tetapi juga diperluas ke aplikasi pihak ketiga yang mendukung Android Biometric Prompt. Ini mencakup aplikasi perbankan digital dan pengelola kata sandi, sehingga data penting tetap aman meski ponsel dicuri.
Google juga menambahkan lapisan keamanan baru pada layanan Remote Lock. Pengguna yang ingin mengunci ponsel dari jarak jauh kini diwajibkan menjawab pertanyaan keamanan terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan fitur oleh pihak yang tidak berwenang.
Berdasarkan informasi dari Google, fitur Remote Lock dengan pertanyaan keamanan ini tersedia untuk perangkat yang menjalankan Android 10 ke atas. Artinya, pengguna ponsel Android lawas pun tetap bisa menikmati peningkatan keamanan ini.
Dengan rangkaian pembaruan tersebut, Google berharap pengguna Android dapat merasa lebih tenang saat membawa ponsel di ruang publik, sekaligus meminimalkan risiko kebocoran data ketika perangkat jatuh ke tangan orang lain.
Referensi:
Detik