Aktivitas Spyware di Indonesia Makin Marak, Capai 85 Ribu Serangan

Kaspersky mencatat lonjakan 64 persen serangan spyware di Indonesia pada 2025. Simak penjelasan dan cara melindungi data Anda dari ancaman ini. (Foto: Getty Images/alexskopje)
Kaspersky mencatat lonjakan 64 persen serangan spyware di Indonesia pada 2025. Simak penjelasan dan cara melindungi data Anda dari ancaman ini. (Foto: Getty Images/alexskopje)

Kaspersky mencatat lonjakan 64 persen serangan spyware di Indonesia pada 2025

Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mencatat lonjakan tajam serangan spyware yang menargetkan organisasi di Indonesia sepanjang paruh pertama tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 85.560 serangan berhasil diblokir antara Januari hingga Juni 2025.

Jumlah ini setara dengan rata-rata 475 serangan per hari, meningkat 64,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatat 52.705 serangan. Menurut laporan Kaspersky, tren ini menjadi peringatan serius bagi sektor korporat di Indonesia, terutama yang masih memiliki celah keamanan dalam sistemnya.

Apa Itu Spyware dan Mengapa Berbahaya

Spyware merupakan jenis perangkat lunak yang secara diam-diam diinstal di perangkat pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Berbeda dengan malware yang cenderung merusak sistem, spyware lebih fokus pada mengumpulkan data pribadi dan aktivitas digital pengguna.

Spyware bekerja dengan memantau berbagai aktivitas, seperti pengetikan tombol (keylogging), tangkapan layar, hingga pelacakan kebiasaan browsing. Dalam beberapa kasus, spyware juga dapat mengirimkan data curian seperti kredensial login, PIN akun bank, nomor kartu kredit, hingga alamat email ke server penyerang.

Menurut Kaspersky, spyware modern kini semakin canggih karena bisa dipasang secara daring tanpa interaksi dari korban. Beberapa varian bahkan memanfaatkan kerentanan zero-click, yaitu serangan yang memungkinkan infeksi terjadi tanpa korban harus mengklik tautan atau file tertentu.

Munculnya “Malware Legal” dan Ancaman Baru

Kaspersky menyoroti kemunculan spyware komersial, yaitu bentuk perangkat lunak yang dijual secara legal kepada pemerintah atau lembaga penegak hukum. Namun, teknologi ini sering kali disalahgunakan untuk memata-matai pihak tertentu di luar konteks hukum.

Menurut laporan tersebut, spyware komersial memiliki kemampuan untuk menyadap panggilan, melacak lokasi pengguna, serta menghapus jejak aktivitasnya agar tidak terdeteksi. Aplikasi jenis ini kerap dikembangkan oleh perusahaan swasta dengan sistem kerja yang mirip malware profesional, menjadikannya ancaman baru yang sulit diatasi.

Langkah Pencegahan yang Disarankan Kaspersky

Meski sulit untuk memastikan perlindungan total dari serangan spyware, Kaspersky menyebut beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko. Berdasarkan panduan keamanan perusahaan tersebut, berikut rekomendasi yang bisa diterapkan organisasi maupun pengguna individu:

  • Perbarui perangkat lunak secara berkala. Pastikan sistem operasi, peramban, dan aplikasi komunikasi selalu dalam versi terbaru.

  • Hindari mengklik tautan mencurigakan. Satu klik pada situs berbahaya bisa cukup untuk memicu infeksi spyware.

  • Gunakan VPN. Menurut Kaspersky, penggunaan VPN dapat membantu menyamarkan lalu lintas internet dan melindungi dari pengalihan berbahaya.

  • Nyalakan ulang perangkat secara rutin. Beberapa jenis spyware tidak dapat bertahan lama setelah sistem dimatikan dan dihidupkan kembali.

  • Gunakan solusi keamanan tepercaya. Pemasangan antivirus dan sistem deteksi ancaman yang kuat akan membantu mendeteksi spyware sejak dini.

  • Pantau ancaman terbaru. Kaspersky menyarankan agar organisasi menggunakan layanan intelijen ancaman untuk memahami Taktik, Teknik, dan Prosedur (TTP) yang digunakan pelaku.

Peningkatan jumlah serangan spyware di Indonesia menjadi sinyal bahwa ancaman keamanan digital kini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga organisasi besar dan lembaga pemerintahan.

Dengan peningkatan kesadaran serta penerapan praktik keamanan siber yang baik, risiko kebocoran data dan penyalahgunaan informasi pribadi dapat ditekan.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED